logo


Tegaskan Tragedi Kanjuruhan Bukan Bentrok Supertor Arema FC-Persebaya, Mahfud: Korban Meninggal Sesak Napas

Mahfud menegaskan bahwa tidak ada aksi penganiayaan kepada suporter.

2 Oktober 2022 10:35 WIB

kompas.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM -  Menko Polhukam Mahfud Md menegaskan bahwa kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang bukan karena bentrokan antara suporter Arema FC dengan suporter Persebaya.

"Perlu saya tegaskan bahwa tragedi Kanjuruhan itu bukan bentrok antarsuporter Persebaya dengan Arema. Sebab pada pertandingan itu suporter Persebaya tidak boleh ikut menonton," kata Mahfud dalam akun Instagramnya, Minggu (2/10/2022).

Mahfud menegaskan bahwa tidak ada aksi penganiayaan kepada suporter. Ia menyebut korban meninggal dunia karena terinjak-injak dan sesak nafas saat beredesak-desakan.


Desak Kapolri Copot Kapolres Malang Buntut Insiden Maut Kanjuruhan, IPW: Harus Tanggung Jawab!

"Oleh sebab itu, para korban pada umumnya meninggal karena desak-desakan, saling himpit, dan terinjak-injak, serta sesak napas. Tak ada korban pemukulan atau penganiayaan antarsuporter," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyebut panitia penyelenggaran telah mengabaikan usulan aparat kepolisian untuk mengajukan jadwal pertindangan pada sore hari. Pasalnya polisi, kata dia, sudah menduga adanya potensi kerusuhan.

"Sebenarnya, sejak sebelum pertandingan pihak aparat sudah mengantisipasi melalui koordinasi dan usul-usul teknis di lapangan. Misal, pertandingan agar dilaksanakan sore (bukan malam), jumlah penonton agar disesuaikan dengan kapasitas stadion yakni 38.000 orang," bebernya.

Sentil Iwan Bule Soal Insiden Kanjuruhan, IPW: Harusnya Malu dan Mengundurkan Diri dari Ketum PSSI

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati