logo


Ciptakan Indonesia Emas 2045, Ini 4 Hal yang Harus Diperhatikan

Menyiapkan SDM yang berkualitas diperlukan sebagai upaya menciptakan Indonesia Emas 2045

30 September 2022 18:24 WIB

Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan, dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK Didik Suhardi dalam acara  Aksi Nyata Gerakan Nasional Revolusi Mental melalui Seminar Pembangunan Mental dan Karakter Warga Gereja bersama Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) serta Penanaman Sepuluh Juta Pohon, di Batam, Jumat (30/9).
Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan, dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK Didik Suhardi dalam acara Aksi Nyata Gerakan Nasional Revolusi Mental melalui Seminar Pembangunan Mental dan Karakter Warga Gereja bersama Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) serta Penanaman Sepuluh Juta Pohon, di Batam, Jumat (30/9). Dok. Kemenko PMK

BATAM, JITUNEWS.COM - Selain melaksanakan gerakan Aksi Nyata melalui Penanaman Sepuluh Juta Pohon, menyiapkan SDM yang berkualitas juga diperlukan sebagai upaya menciptakan Indonesia Emas 2045.

Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan, dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK Didik Suhardi mengatakan, dalam menyiapkan SDM yang berkualitas tersebut, terdapat beberapa hal yang menjadi perhatian.

Diantaranya ialah masih tingginya kasus korupsi, rendahnya minat berbisnis di Indonesia, dan rendahnya proporsi masyarakat di bidang entrepreneur. Tercatat masyarakat yang bergerak di bidang entrepreneur baru 3,17 persen.


Menko PMK Sebut Penanaman Hal-hal Fundamental Penting untuk Bentuk Karakter Mahasiswa

“Keberadaban digital kita juga masih sangat rendah, terendah di Asia Tenggara. Datanya, 47 persen digunakan untuk hoaks dan penipuan, 27 persen ujaran kebencian, 13 persen diskriminasi. Ini harus dijadikan perhatian,” ujarnya saat memberi sambutan pada Aksi Nyata Gerakan Nasional Revolusi Mental melalui Seminar Pembangunan Mental dan Karakter Warga Gereja bersama Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) serta Penanaman Sepuluh Juta Pohon, di Batam, Jumat (30/9).

Didik mengatakan, penyelesaian masalah tersebut tak bisa dilakukan oleh satu unsur saja. Komitmen dan sinergi pentahelix atau antar unsur satu dengan unsur lainnya menjadi kunci utama. Unsur Pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, dan media harus bersatu padu berkoordinasi serta berkomitmen.

Sementara itu, Didik turut mengapresiasi inisiatif PGI serta seluruh jemaat yang telah mendukung terselenggaranya aksi nyata dengan baik. Dan telah bekerjasama dengan Kemenko PMK.

Ia berharap, seterusnya, PGI dapat mengambil bagian dalam upaya mendorong program Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

“Semoga program selanjutnya akan memiliki tugas yang koheren dan berkesinambungan dengan program pemerintah khususnya untuk membangun SDM,” tuturnya.

Adapun dalam mendorong GNRM tersebut, terdapat tiga nilai utama yang perlu diaplikasikan dalam kehidupan. Diantaranya, integritas, gotong royong dan etos kerja.

Menurut Didik, tiga nilai utama itu sangat penting untuk diimplementasikan dan digaungkan lebih luas melalui Aksi-aksi Nyata di masyarakat, khususnya di lingkungan Organisasi/Majelis Tinggi Keagamaan di Indonesia.

“Melalui kegiatan hari ini, semoga menjadi salah satu upaya kita membekali generasi kita menuju emas 2045. Dan itu menjadi komitmen kita bersama, bukan hanya jargon, marilah kita wujudkan, ditandai dengan kemakmuran kesejahteraan keharmonisan dan kedamaian di indonesia,” tutupnya.

Menko PMK Ingatkan di Era Disrupsi Banyak Pekerjaan yang Digantikan Automation

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata