logo


Erdogan Minta Putin Sekali Lagi Buka Peluang Gelar Perundingan dengan Ukraina

Presiden Turki berharap Rusia dan Ukraina kembali menggelar negosiasi untuk menyelesaikan konflik

30 September 2022 18:59 WIB

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin Al Jazeera

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berharap Rusia sekali lagi memberikan peluang untuk digelarnya proses negosiasi damai dengan Ukraina. Hal itu ia sampaikan secara langsung kepada Presiden Rusia Vladimir Putin melalui sambungan telepon pada Kamis (29/9).

Menurut sebuah pernyataan yang dirilis oleh Direktorat Komunikasi Turki, Recep Tayyip Erdogan menegaskan kembali kesediaan Turki untuk memainkan peran sebagai fasilitator guna membantu mengakhiri perang di Ukraina, dan meminta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk memberikan kesempatan sekali lagi untuk proses negosiasi dengan Ukraina.

Selama pembicaraan, Erdogan juga menyatakan senang atas keberhasilan pertukaran tahanan Moskow-Kyiv serta implementasi kesepakatan Istanbul pada ekspor biji-bijian Ukraina dan Rusia.


Nord Stream AG Nggak Yakin Kerusakan Jalur Pipa Gas Rusia-Jerman Bisa Diperbaiki

Pada kesempatan itu, Erdogan menunjukkan perlunya langkah-langkah untuk mengurangi ketegangan di kawasan dan mengatakan Rusia diperkirakan akan mengambil langkah, terutama pada pencaplokan wilayah Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia di Ukraina.

Wilayah separatis Ukraina Donetsk dan Luhansk dan bagian Zaporizhzhia dan Kherson yang dikuasai Rusia mengadakan referendum pada 23-27 September untuk bergabung dengan Rusia.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan pada hari Rabu bahwa lebih dari 98% memilih untuk bergabung dengan Rusia.

Jajak pendapat itu sendiri telah dikutuk secara luas oleh masyarakat internasional, dimana negara-negara Eropa dan AS menyebutnya sebagai referendum "palsu" yang tidak sesuai dengan hukum internasional.

Selain membahas soal konflik Ukraina-Rusia, Erdogan dan Putin juga menyinggung soal insiden kerusakan yang terjadi pada jalur pipa gas Nord Stream 1 dan Nord Stream 2.

Vladimir Putin mengatakan kepada Erdogan bahwa kebocoran Nord Stream adalah "tindakan terorisme internasional" dan mengingatkan bahwa Rusia akan mengangkat masalah ini untuk dibahas dalam diskusi mendesak di Dewan Keamanan PBB.

AS Nggak Bakal Akui Hasil Referendum Pro-Rusia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia