logo


Soal Referendum di Empat Wilayah Ukraina, PBB: Pantas untuk Dikutuk

Sekjen PBB mengatakan bahwa referendum yang memungkinkan penggabungan empat wilayah Ukraina dengan Rusia tidak memiliki nilai hukum

30 September 2022 14:54 WIB

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres REQnews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sekertaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengutuk langkah Rusia untuk mencaplok wilayah Ukraina yang sudah mereka kuasai melalui referendum.

"Setiap keputusan untuk melanjutkan pencaplokan wilayah Donetsk, Luhansk, Kherson dan Zaporizhzhia di Ukraina tak akan memiliki nilai hukum dan pantas untuk dikutuk," kata Antonio Guterres kepada wartawan di markas besar PBB, dikutip Anadolu Agency.

"Itu bertentangan dengan segala sesuatu yang dimaksudkan untuk diperjuangkan oleh komunitas internasional," katanya.


Trump Sebut Tindakan Sabotase terhadap Jalur Pipa Gas Rusia-Jerman Bisa Picu Perang Dunia III

Menurut Guterres, apa yang dilakukan oleh Rusia tersebut akan memperburuk situasi konflik.

“Ini adalah eskalasi yang berbahaya. Itu tidak memiliki tempat di dunia modern. Itu tidak harus diterima," tegasnya.

Referendum yang memungkinkan penggabungan empat wilayah Ukraina, yakni Donetsk, Lugansk, Kherson, dan Zaporozhye, telah dikutuk secara luas oleh komunitas internasional. Negara-negara anggota Uni Eropa dan Amerika Serikat menegaskan bawha hasil "referendum palsu" itu tidak akan diakui.

Guterres mengatakan setiap pencaplokan wilayah suatu negara oleh negara lain yang diakibatkan oleh ancaman atau penggunaan kekuatan merupakan pelanggaran terhadap Piagam PBB dan hukum internasional.

Dia mendesak Rusia, yang merupakan salah satu dari lima anggota tetap Dewan Keamanan, untuk menghormati piagam itu.

"Setiap keputusan Rusia untuk maju akan semakin membahayakan prospek perdamaian," katanya.

"Ini akan memperpanjang dampak dramatis pada ekonomi global, terutama negara berkembang dan menghambat kemampuan kami untuk memberikan bantuan penyelamatan jiwa di seluruh Ukraina dan sekitarnya," pungkasnya.

Vladimir Putin Akui Kemerdekaan Kherson dan Zaporozhye

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia