logo


Desak Digelarnya Negosiasi, Trump Minta AS Tak Perkeruh Konflik Ukraina-Rusia

Donald Trump berharap insiden kerusakan jalur pipa gas Rusia-Jerman tidak memperburuk situasi konflik Ukraina

30 September 2022 12:32 WIB

Donald Trump meentapkan kebijaakan baru untuk para pemegang visa secara universal
Donald Trump meentapkan kebijaakan baru untuk para pemegang visa secara universal NU Online

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (28/9) menyebut kerusakan yang terjadi pada jalur pipa gas Rusia-Jerman, Nord Stream 1 dan Nord Stream 2, disebabkan oleh tindak sabotase. Hal tersebut ia sampaikan dalam postingannya di media sosial Truth Social. Ia juga meminta semua pihak untuk tetap tenang dalam menyelesaikan konflik Ukraina-Rusia.

"'Kepemimpinan' AS harus tetap 'dingin, tenang dan kering' pada sabotase jaringan pipa Nord Stream," tulis Trump.

Ia juga berharap insiden tersebut tidak memperburuk situasi konflik. Trump berpendapat bahwa konflik Rusia-Ukraina "seharusnya tidak pernah terjadi, dan pasti tidak akan terjadi" jika dia adalah presiden AS.


Rusia Sebut Rusaknya Jalur Pipa Gas Nord Stream Disebabkan oleh Tindak Terorisme

"Jadilah strategis, jadilah cerdas (brilian!), selesaikan kesepakatan yang dinegosiasikan sekarang," lanjut mantan presiden itu, yang tampaknya diarahkan kepada pemerintahan Joe Biden.

Lebih lanjut, Trump mengatakan bahwa konflik Ukraina-Rusia harus diselesaikan melalui perundingan, dan dirinya bersedia memimpin proses tersebut.

"Kedua belah pihak membutuhkan dan menginginkannya. Seluruh dunia dipertaruhkan. Saya akan memimpin grup?"

Ini bukan pertama kalinya Trump menyerukan solusi perdamaian untuk konflik tersebut. Pada pertengahan April kemarin, Trump menegaskan bahwa Moskow dan Kiev harus menggelar negosiasi untuk menyelesaikan perang "saat ini juga, bukan nanti, ketika semua orang akan mati."

Usaha Ukraina Kacaukan Situasi Internal Rusia Tak Akan Pernah Sukses

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia