logo


Menlu Polandia Sebut NATO Bakal Intervensi Konflik Ukraina

Menteri Luar Negeri Polandia mengatakan bahwa NATO bisa mengirimkan pasukan ke Ukraina jika Rusia menggunakan senjata nuklirnya

29 September 2022 22:48 WIB

Bendera NATO dan Rusia (kiri)
Bendera NATO dan Rusia (kiri) istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Polandia Zbigniew Rau pada Kamis (29/9) mengatakan bahwa NATO benar-benar akan mengirimkan pasukan ke wilayah Ukraina jika Rusia memutuskan untuk menggunakan senjata nuklirnya.

Berbicara kepada media lokal Polandia, RMF FM Radio, Rau ditanya bagaimana tanggapan organisasi tersebut jika Rusia menggunakan senjata nuklir dalam konflik Ukraina. Menurutnya, aliansi pertahanan negara-negara Barat itu akan secara tegas menanggapi serangan semacam itu.

Jika yang terburuk terjadi, kata Rau, reaksi NATO mungkin tidak akan jauh berbeda dari langkah-langkah yang dijelaskan oleh Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan.


Bikin Petisi Online, Senator Australia Berharap Negaranya Keluar dari Perjanjian AUKUS

“Itu akan menjadi respons konvensional di wilayah Ukraina,” kata Rau.

“Namun, harus juga dicatat bahwa langkah seperti itu mungkin tidak perlu, karena dimungkinkan untuk menggunakan senjata konvensional, seperti penerbangan, atau untuk meluncurkan rudal yang relevan, tidak harus dari tanah Ukraina,” tambah Rau.

Sebelumnya, Jake Sullivan pada Minggu (25/9) memperingatkan bahwa Washington dan sekutunya akan bertindak "tegas" jika Rusia menggunakan senjata nuklir taktis di Ukraina. Ia menambahkan bahwa AS dan sekutunya telah berkomunikasi "pada tingkat yang sangat tinggi ke Kremlin" bahwa setiap penggunaan senjata nuklir di negara tetangganya itu akan memicu konsekuensi bencana bagi Rusia.

Wakil menteri luar negeri Rusia Sergey Ryabkov menegaskan kembali bahwa Moskow “tidak mengancam siapa pun dengan senjata nuklir,” mengutip doktrin militer Rusia yang mengizinkan penggunaan senjata semacam itu hanya jika keberadaan negara itu dipertaruhkan.

Buntut Referendum di Wilayah Ukraina yang Diduduki oleh Rusia, Uni Eropa Bakal Tingkatkan Kebijakan Sanksi

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia