logo


Serbia Terancam Kena Hukuman dari Uni Eropa jika Tak Ikut Jatuhkan Sanksi Anti-Rusia

Menurut laporan media, Uni Eropa diminta untuk menjatuhkan hukuman kepada Serbia, jika Beograd tidak ikut menjatuhkan sanksi Anti-Rusia ataupun memutuskan hubungan bilateral dengan Rusia

29 September 2022 18:54 WIB

Presiden Serbia Aleksandar Vucic dan Presiden Rusia Vladimir Putin
Presiden Serbia Aleksandar Vucic dan Presiden Rusia Vladimir Putin Newsbeezer

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menurut kantor berita Radio Free Europe (RFE/RL), Uni Eropa akan memberikan hukuman kepada Serbia jika terus melanjutkan hubungan diplomatiknya dengan Rusia. Hukuman tersebut kemungkinan berupa pembekuan pembicaraan soal aksesi Serbia ke blok Eropa tersebut, ataupun penghentian pendanaan bagi Serbia.

Sebelumnya sekelompok anggota parlemen Uni Eropa menyatakan bahwa negara yang tidak ikut menjatuhkan sanksi kepada Rusia tidak dapat berharap untuk bergabung dengan blok tersebut.

“Uni Eropa tidak dapat melanjutkan pembicaraan aksesi dengan Serbia jika mereka tidak sejalan dengan sanksi Uni Eropa terhadap Rusia. Itulah yang akan kami katakan dalam laporan perluasan Parlemen yang akan datang,” kata Kelompok Sosialis dan Demokrat (Grup S&D) dalam postingan Twitter pada hari Senin.


China Tak Rela Isu Taiwan Disamakan dengan Konflik Ukraina

Pernyataan tersebut terlontar setelah Beograd dan Moskow menandatangani rencana konsultasi bilateral untuk dua tahun ke depan.

Pernyataan itu juga merujuk pada draf laporan tentang strategi perluasan Uni Eropa, yang rinciannya dipublikasikan oleh RFE/RL pada hari Rabu. Kantor berita itu, yang meninjau dokumen itu, mengatakan bahwa draf laporan juga menyerukan Uni Eropa untuk menghukum Serbia karena tidak mengikuti langkah Uni Eropa dalam hubungannya dengan Rusia.

Selain membekukan pembicaraan tentang proses aksesi Serbia dengan Uni Eropa, anggota parlemen juga meminta Serbia untuk dikeluarkan dari program pendanaan Uni Eropa untuk pengembangan kawasan Balkan.

"Brussels perlu mengeluarkan uang sepenuhnya, sejalan dengan tujuan dan kepentingan strategis Uni Eropa sendiri,” demikian bunyi draf itu dikutip oleh RFE/RL.

NATO Tak Akan Tinggal Diam jika Rusia Nekat Gunakan Senjata Nuklir dalam Konflik Ukraina

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia