logo


Hakim Agung Sudrajat Dimyati Harus Dihukum Berat, GNK: Demi Kembalikan Kepercayaan Rakyat

Semua rakyat Indonesia sangat kecewa,

29 September 2022 14:24 WIB

ilustrasi hukum
ilustrasi hukum ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Syakur Ali Mahdi Al Hamid mengaku sangat kecewa dengan adanya praktik suap yang melibatkan hakim agung Mahkamah Agung (MA) Sudrajad Dimyati.

Menurutnya, apa yang terjadi itu adalah bentuk tamparan keras bagi pemerintah dan dunia peradilan di tanah air.

"Semua rakyat Indonesia sangat kecewa, bagaimana bisa hakim tertinggi justru doyan suap, ini jelas mencoreng dunia peradilan kita," kata Syakur kepada wartawan, Kamis (29/9).


Febri Diansyah dan Rasamala jadi Pengacara Sambo, Waketum Garuda: Bukan Tindakan Hina

Ia pun mendorong agar ada hukuman terberat bisa dijatuhkan kepada Sudrajad Dimyati agar bisa menjadi pelajaran berharga khususnya bagi aparat penegak hukum untuk tidak melalukan hal serupa.

"Hukuman harus maksimal, kalau perlu hukuman mati. Ini sudah konsekuensi yang harus diterapkan agar jadi pembelajaran," ujarnya.

Hukuman maksimal ini juga dinilai bisa mengembalikan kepercayaan publik terhadap peradilan di Indonesia.

"Kepercayaan publik harus dikembalikan. Jangan sampai karena kejadian ini rakyat tak percaya pada hukum. Ini bahaya bagi demokrasi kita," tuturnya.

Lebih lanjut, Syakur menyatakan dukungannya kepada Presiden Joko Widodo yang memerintahkan Menko Polhukam Prof Mohammad Mahfud MD untuk melakukan reformasi hukum.

"Saya mendukung Pak Jokowi. Rasa-rasanya kita sudah darurat reformasi hukum," ucapnya.

Reformasi hukum ini diharapkan bisa menyudahi persoalan semacam itu.

"Semua celah potensi suap dan korupsi harus benar-benar ditutup. Bisa lewat birokrasinya atau penetapan hukuman yang jauh lebih berat dari yang sudah ada saat ini," tandasnya.

Dalam hal ini, Syakur percaya bahwa Mahfud MD mampu melakukan amanah dari Presiden Joko Widodo itu.

"Saya kira semua rakyat Indonesia percaya Prof Mahfud mampu, sebab beliau ini orang bersih dan sangat berintegritas khususnya di bidang Polhukam," pungkasnya.

Febri Diansyah jadi Pengacara Sambo, Denny Siregar Singgung soal Cuan Besar

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar