logo


PM Hungaria Sebut Kebijakan Sanksi Lebih Rugikan Uni Eropa daripada Rusia

PM Hungaria mengatakan bahwa Uni Eropa tetap saja memaksakan untuk memberlakukan kebijakan sanksi Anti-Rusia meski hal itu lebih merugikan Eropa daripada Rusia

29 September 2022 13:24 WIB

Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban
Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban pada Rabu (28/9) mengatakan bahwa Uni Eropa sudah memaksa seluruh negara anggotanya untuk ikut memberlakukan kebijakan sanksi anti-Rusia, meski pada kenyataannya kebijakan sanksi tersebut hanya mengarah pada kerusakan perekonomian di Eropa sendiri.

Menurutnya, Brussels tidak meminta pendapat dari seluruh masyarakat negara anggota Uni Eropa tentang kebijakan tersebut. Akan tetapi, hanya membuat mereka membayar harga atas sanksi anti-Rusia, sehingga bisa dibilang kebijakan itu menjadi bumerang bagi Uni Eropa sendiri.

Orban menambahkan bahwa sanksi Anti-Rusia atas situasi konflik Ukraina “akan menyebabkan kerusakan besar di Eropa”, dan telah membuat “orang Eropa menjadi lebih miskin” karena melonjaknya harga energi.


Mantan Kanselir Jerman Minta Negara Barat Tak Remehkan Pernyataan Vladimir Putin

“Sudah waktunya untuk jujur ??tentang hal itu dengan teman-teman Amerika kita, atau ini akan sangat terlambat,” katanya dikutip RT.com, menunjuk pada peran Amerika Serikat yang ikut aktif mengkampanyekan sanksi global terhadap Rusia.

"Sanksi telah gagal untuk mengakhiri konflik di Ukraina, dan juga tampaknya lebih merugikan Eropa daripada Rusia," tambahnya.

Hungaria yang sangat bergantung pada pasokan energi Rusia tentu saja menentang dengan keras langkah Uni Eropa memberlakukan kebijakan sanksi terhadap Rusia, khususnya menentang pelarangan impor minyak Rusia. Budapest masih menyatakan keadaan darurat karena pengetatan pasokan energi musim panas ini.

Pada hari Rabu, Orban mengkonfirmasi rencana untuk mengadakan konsultasi nasional mengenai sanksi UE yang dikenakan terhadap Rusia, dengan mengatakan bahwa dia telah meminta “semua orang untuk memiliki pendapat mereka, karena kita hanya dapat mengakhiri kenaikan harga energi dengan bertindak bersama.”

Krisis Energi dan Meroketnya Harga Listrik, Ekonomi Slovakia Diambang Kehancuran

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia