logo


Ini Lho Bentuk Kerja Sama Indonesia dengan FAO

Baru-baru ini Menko Kemaritiman juga mengajak FAO untuk lakukan kerja sama

10 Juni 2015 15:00 WIB

Menteri Koordinator Kemaritiman, Indroyono Soesilo. (Ist)
Menteri Koordinator Kemaritiman, Indroyono Soesilo. (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Salah satu organisasi dunia yang dinilai kompeten mengurusi bidang pangan adalah Food and Agriculture of the United Nations (FAO). Oleh karena itu, untuk mengembangkan potensi serta menjaga kedaulatan pangan dalam negeri, pemerintah Indonesia tak malu untuk melakukan kerja sama dengan organisasi tersebut. Lalu kerja sama seperti apa yang sudah Indonesia lakukan bersama FAO ?

Untuk di sektor pertanian, pemerintah telah menandatangani kerja sama dengan FAO melalui Badan Litbang Pertanian pada 10 Februari 2006. Adapun fokus kerja sama tersebut adalah untuk meningkatkan produksi beras serta pendapatan petani kecil, dengan mengadopsi teknologi Rice Check. Kerjasama yang merupakan hibah sebagai tindak lanjut dari rekomendasi pelaksanaan Tahun Padi Internasional 2004 tersebut, dibiayai oleh FAO melalui kegiatan Technical Cooperation Project (TCP).

Dalam kerja sama kegiatan tersebut, ada beberapa workshop yang dilaksanakan di tingkat kelompok tani dan penyuluh pertanian, serta staf BPTP dengan sistem training of trainers, yang berlokasi di provinsi Sumatera Utara, Lampung, Banten, dan NTB.


Simak! BPOM RI Bekerja Sama Dengan Timor Leste

Sementara tujuan dari kegiatan Rice Check itu adalah untuk memberdayakan petani kecil melalui pengalaman dan manajemen pengelolaan lahan, sehingga pendapatan dan kesejahteraan petani meningkat. Namun secara lebih detail, kerja sama itu diharapkan bisa memperkuat sumber daya manusia (SDM) dan kapasitas institusi untuk melakukan manajemen pengelolaan Rice Check, dan memahami spesifikasi teknik mengenai manajemen terpadu terkait pengelolaan padi.

Harga Kelapa Jatuh, Petani Lakukan Ini!

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro