logo


Krisis Energi dan Meroketnya Harga Listrik, Ekonomi Slovakia Diambang Kehancuran

PM Slovakia meminta Uni Eropa untuk memberikan bantuan finansial tambahan kepada negaranya, ditengah menigkatnya harga listrik dan potensi terjadinya krisis energi

28 September 2022 22:50 WIB

Ilustrasi api kompor gas
Ilustrasi api kompor gas istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri Slovakia Eduard Heger pada Rabu (28/9) mengatakan bahwa krisis energi dan kenaikan harga listrik dapat membuat ekonomi negara itu diambang kehancuran kecuali Uni Eropa memberikan lebih banyak bantuan finansial.

Heger mengatakan bahwa uang yang dialokasikan dari pajak Uni Eropa, yang dikenakan pada "keuntungan yang sangat tinggi" dari perusahaan energi, harus didistribusikan secara merata dan Slovakia harus menerima setidaknya 1,5 miliar euro ($ 1,5 miliar).

Perdana menteri juga berharap Brussel dapat memberi Slovakia bantuan finansial tambahan senilai 5 miliar euro lebih banyak dari dana pembangunan regional yang tidak terpakai, untuk mengurangi tagihan energi bagi para pelaku bisnis.


Uni Eropa Bakal Batasi Harga Minyak Rusia

"Jika tidak, [bisnis Slovakia] akan tutup dan benar-benar dapat meruntuhkan seluruh perekonomian negara," kata Heger seperti dikutip Financial Times, seraya menambahkan bahwa perusahaan Slovakia yang menyediakan pasokan energi harus dinasionalisasi jika Uni Eropa tidak bersedia memberikan bantuan.

Sejak 2021, harga energi di negara-negara Uni Eropa telah melonjak sebagai bagian dari tren global. Hanya saja, setelah dimulainya operasi militer Rusia di Ukraina pada Februari 2022 dan pemberlakuan beberapa paket sanksi anti-Rusia oleh Uni Eropa, harga energi di benua biru semakin meningkat dalam waktu singkat.

Mantan Kanselir Jerman Minta Negara Barat Tak Remehkan Pernyataan Vladimir Putin

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia