logo


Uni Eropa Bakal Batasi Harga Minyak Rusia

Sejumlah narasumber anonim mengatakan kepada Bloomberg bahwa Uni Eropa kini tengah membahas soal pembatasan harga minyak Rusia

28 September 2022 22:20 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi IDX Chanel

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Uni Eropa dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk meningkatkan sanksi anti-Rusia dengan membatasi pengiriman ekspor minyak mentah asal negara itu. Menurut salah satu narasumber Bloomberg yang tidak disebut namanya, hal itu bukan tanpa alasan mengingat Uni Eropa terus membahas soal pemberlakuan batas harga minyak Rusia.

Menurut sumber anonim itu, larangan pengiriman minyak Rusia akan membuat kapal-kapal milik perusahaan asal Uni Eropa tidak bisa mengangkut minyak Rusia yang dijual di atas ambang batas yang disepakati.

Ia menambahkan bahwa blok tersebut harus mengubah sanksi anti-Rusia sebelumnya untuk memungkinkan pengiriman dan layanan berlanjut dalam batas harga yang disepakati. Hanya saja, perubahan kebijakan sanski tersebut belum mendapat dukungan dari 27 negara anggota Uni Eropa.


4 Wilayah Ukraina Akhirnya Gabung Rusia, PBB: Tidak Dapat Dianggap Sesuai Hukum Internasional

Menurut sejumlah pejabat Uni Eropa yang tidak disebut namanya, beberapa detail masih perlu diselesaikan, termasuk batas harga yang akan ditetapkan tersebut. Mereka mengatakan bahwa “pembatasan Uni Eropa yang diadopsi sebelumnya mulai berlaku pada 5 Desember, tetapi dapat mempengaruhi perdagangan minyak fisik jauh sebelum itu karena waktu yang dibutuhkan untuk menyewa kapal dan membawa kargo ke tujuan mereka.”

Pada awal bulan September kemarin, juru bicara Kantor Kepresidenan Rusia Dmitry Peskov mengatakan bahwa rencana negara-negara anggota G7 untuk memberlakukan pembatasan harga minyak Rusia secara substansial akan mengacaukan pasar minyak global.

Dia mengatakan bahwa “langkah-langkah anti-Rusia yang diambil oleh negara Barat telah menyebabkan krisis [energi] yang sangat dalam” di Eropa.

Langkah-langkah itu, lanjutnya, juga telah menyebabkan situasi dimana orang Eropa terpaksa membeli gas alam cair dari AS dengan harga yang jauh lebih tinggi dibanding komoditas energi asal Rusia.

“Perusahaan-perusahaan Amerika semakin kaya, sementara pembayar pajak Eropa semakin miskin,” kata Peskov saat itu.

Insiden Kerusakan Jalur Pipa Gas Rusia-Jerman Bukan Sebuah Kebetulan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia