logo


Insiden Kerusakan Jalur Pipa Gas Rusia-Jerman Bukan Sebuah Kebetulan

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa mensinyalir insiden kebocoran yang terjadi pada jalur pipa gas Nord Stream adalah akibat tindak sabotase pihak tertentu

28 September 2022 21:54 WIB

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell the Guardian

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell mengatakan bahwa kebocoran yang terjadi pada jalur pipa gas Rusia-Jerman, Nord Stream 1 dan Nord Stream 2 "bukanlah sebuah kebetulan", sehingga Uni Eropa perlu menggelar proses penyelidikan yang bertujuan untuk mendapatkan kejelasan.

"Semua informasi yang tersedia menunjukkan kebocoran itu adalah akibat dari tindakan yang disengaja," katanya dalam sebuah pernyataan yang dikutip RT.com tanpa merinci siapa yang mungkin bertanggung jawab atas kerusakan tersebut.

Ia menambahkan bahwa insiden semacam itu mempengaruhi pasokan gas yang diterima oleh seluruh wilayah Uni Eropa.


Konflik Ukraina Meningkat, Puluhan Ribu Warga Rusia Melarikan Diri ke Georgia

“Setiap gangguan yang disengaja terhadap infrastruktur energi Eropa sama sekali tidak dapat diterima dan akan ditanggapi dengan tanggapan yang kuat dan bersatu,” imbuh Borrell memperingatkan.

Komentarnya muncul setelah Menteri Luar Negeri Swedia Ann Linde mengindikasikan bahwa kebocoran itu mungkin disebabkan oleh tindak sabotase, dimana proses penyelidikan terkait masalah tersebut saat ini sedang berlangsung.

“Gas bocor dari Nord Stream 1 & 2 di zona ekonomi eksklusif [Swedia dan Denmark] adalah konsekuensi dari ledakan, mungkin disebabkan oleh sabotase. Kami terus mengumpulkan informasi dan tidak mengesampingkan penyebab, aktor, atau motif apa pun," tulis Linde dalam postingan Twitter.

Sementara itu, menurut media Jerman, Berlin telah menyelidiki kebocoran tersebut dan menganggapnya sebagai serangan yang disengaja, dan kemungkinan dilakukan oleh pasukan pro-Ukraina atau Rusia sendiri dalam operasi bendera palsu atau untuk membuat Kiev terlihat buruk. Insiden ini tentunya dapat mendorong harga energi menjadi lebih tinggi, dan memperburuk krisis energi di Eropa.

Pemerintah Rusia, bagaimanapun juga, mengisyaratkan bahwa mereka sangat prihatin dengan insiden itu dan menyerukan penyelidikan segera dan menyeluruh atas masalah ini, menambahkan bahwa itu akan mempengaruhi situasi energi di "seluruh benua."

4 Wilayah Ukraina Akhirnya Gabung Rusia, PBB: Tidak Dapat Dianggap Sesuai Hukum Internasional

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia