logo


Ukraina Berhak Gunakan Senjata AS untuk Rebut Kembali Wilayahnya yang Dikuasai Rusia

Menteri Luar Negeri AS mengatakan bahwa pemerintah Ukraina berhak menggunakan senjata AS untuk merebut kembali wilayah Donetsk, Lugansk, Kherson dan Zaporozhye dari tangan Rusia

28 September 2022 17:20 WIB

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken Al Jazeera

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken pada Selasa (27/9) menyatakan bahwa Kiev berhak menggunakan senjata yang dikirimkan oleh AS untuk melancarkan serangan ke wilayah Ukraina yang dikuasai oleh pasukan Rusia.

"Ukraina memiliki hak mutlak untuk mempertahankan diri di seluruh wilayahnya, termasuk untuk mengambil kembali wilayah yang telah direbut secara ilegal oleh Rusia dengan satu atau lain cara. Peralatan, senjata yang kami dan banyak negara lain berikan kepada mereka telah digunakan dengan sangat efektif. untuk melakukan hal itu, seperti yang telah kita lihat di timur laut Ukraina dan seperti yang kita lihat juga di selatan," kata Blinken dalam konferensi pers, dikutip Sputniknews.

Seperti diketahui, sejumlah wilayah Ukraina diantaranya Donetsk, Lugansk, Kherson dan Zaporozhye, sudah menggelar referendum atau jajak pendapat, yang hasilnya diumumkan pada Selasa malam. Menurut laporan RT.com, keempat wilayah Ukraina tersebut sepakat untuk memisahkan diri dari Ukraina untuk bergabung dengan Federasi Rusia.


Zelensky Desak Komunitas Internasional Tak Akui Hasil Referendum Pro-Rusia

Sebelumnya, pada pekan lalu juru bicara Kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov, mengatakan bahwa Rusia akan memperlakukan setiap potensi serangan terhadap wilayah Ukraina Kherson, Donbass dan Zaporozhye sebagai serangan terhadap wilayahnya sendiri, mengingat sejumlah wilayah tersebut berusaha bergabung dengan Federasi Rusia melalui referendum.

Menanggapi pertanyaan media tentang apakah daerah tersebut akan diperlakukan sebagai tanah Rusia, Peskov menjawab: “Pasti.” Dia juga mengatakan bahwa konstitusi negara akan mulai berlaku di wilayah-wilayah ini segera setelah mereka bergabung.

Sementara itu, mantan presiden Rusia dan wakil kepala Dewan Keamanan negara, Dmitry Medvedev, memperingatkan bahwa Rusia tidak akan ragu untuk menggunakan “semua cara yang tersedia” untuk mempertahankan wilayahnya, termasuk dengan mengerahkan senjata nuklir.

“Mengganggu wilayah Rusia adalah tindak kejahatan,” kata Medvedev.

 

Jalur Pipa Gas Rusia-Jerman Rusak, AS: Ini Mungkin Hasil dari Serangan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia