logo


Sindir Nadiem Makarim, Aptisi Sulbar: Urus Saja Gojekmu, Go Out dari Urusan Pendidikan

Aptisi Sulbar menyinggung terkait latar belakang Nadiem Makarim yang bukan dari dunia pendidikan.

28 September 2022 13:33 WIB

Mendikbud Nadiem Makarim
Mendikbud Nadiem Makarim istimewa

MAMUJU, JITUNEWS.COM - Anggota Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Sulawesi Barat (Sulbar), Dr Furqon menyindir Mendikbudristek Nadiem Makarim agar fokus menjalankan bisnis daripada persoalan pendidikan.

Hal itu, Furqon sampaikan sebagai bentuk penolakan terhadap Rancangan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas). Ia menilai undang-undang itu merendahkan profesi guru dan dosen.

"Pak Nadiem, O Pak Nadiem. Rancangan Undang-undangmu terkait guru dan dosen yang kau buat bersama konco-koncomu, benar-benar telah menghina, melecehkan, merendahkan kami sebagai sang pencerah masa depan bangsa," kata Furqan dalam puisinya saat agenda rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Sulbar, Selasa (27/9/2022).


Kecewa Rektor Unila Tersangka Suap, Nadiem: Kami Mulai Investigasi ke Kampus Lain

Furqon lantas menyinggung terkait latar belakang Nadiem Makarim yang bukan dari dunia pendidikan.

"Pak Nadiem, anda ini siapa?. Bukan guru, bukan dosen, bukan pendidik. Lho, kok sok-sokan mengatur kami. Urus saja gojekmu, gofoodmu dan go go yang lain dan silahkan go out dari urusan pendidikan," ujar dosen Universitas Muhammadiyah Mamuju (Unimaju) itu.

Dikesempatan yang sama, juru bicara Aptisi Sulbar, Solihin Asis mengatakkan bahwa RUU Sisdiknas sangat merugikan guru dan dosen. Ia menyebut kampus di Sulbar tidak mungkin menaikan biaya SPP akibat dihapusnya tunjangan guru dan dosen.

"Tidak mungkin kita menaikkan biaya kuliah hanya dengan maksud untuk menambah kesejahteraan dosen karena tidak lagi ditunjang oleh negara, itu kan tidak mungkin. Kalau kita naikkan SPP bukan menderita bahkan berhenti kuliah," bebernya.

"Ini juga yang banyak disalahpahami oleh teman-teman yang bilang RUU itu tidak menghilangkan tunjangan. Memang tidak serta merta, tapi begitu RUU itu diundang-undangkan sudah berjalan efektif barulah diberhentikan (tunjangan profesi)," pungkasnya.

Rektor Unila Ditangkap KPK, Menteri Nadiem Diminta Evaluasi Total Penerimaan Mahasiswa Baru

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati