logo


Dukung Peningkatan Sektor Wisata di Pulau Morotai, Kementerian PUPR Selesaikan 170 Sarhunta

Pembangunan Sarhunta bertujuan untuk mendorong minat wisatawan baik lokal maupun mancanegara berwisata ke Pulau Morotai

28 September 2022 13:26 WIB

Sarhunta
Sarhunta Humas Kementrian PUPR

MOROTAI, JITUNEWS.COM – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan telah menyelesaikan pembangunan 170 unit Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) untuk usaha pondok wisata atau _homestay_ dan Usaha Pariwisata Lainnya untuk mendukung pengembangan Daerah Pariwisata Super Prioritas (DPSP) di Pulau Morotai Provinsi Maluku Utara.

Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto mengatakan, pembangunan Sarhunta tersebut bertujuan untuk mendorong minat wisatawan baik lokal maupun mancanegara berwisata ke Pulau Morotai.

"Kami ingin potensi pariwisata di Indonesia bisa menggeliat kembali pasca pandemi dan wisatawan bisa menikmati fasilitas penginapan yang dikelola oleh masyarakat,” kata Iwan.


Menteri Basuki: Upayakan Ruas Tol Cisumdawu Seksi 1 Hingga 4 Operasional Saat Nataru 2022

Dikatakan Iwan, Sarhunta atau _homestay_ yang dibangun oleh Direktorat Rumah Swadaya Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR telah dilengkapi dengan fasilitas lengkap seperti yang ada di hotel.

“Kami membangun homestay dengan melibatkan masyarakat sebagai pengelola penginapan serta menonjolkan desain kearifan lokal. Jadi wisatawan bisa menikmati keindahan wisata di Pulau Morotai sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat,” kata Iwan.

Pembangunan Sarana Hunian Pariwisata merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai Perpres Nomor 109 Tahun 2020 untuk meningkatkan kualitas rumah warga sekitar kawasan pariwisata menjadi layak huni. Pembangunan Sarhunta di DPSP Pulau Morotai terbagi menjadi dua bantuan yaitu bantuan untuk usaha pariwisata seperti _homestay_ dan kafe sebesar Rp 100 juta berjumlah 20 unit. Selain itu bantuan untuk non usaha pariwisata sebesar Rp 35 juta berjumlah 150 unit.

Sebanyak 150 unit rumah tersebut tersebar di delapan desa yakni di Desa Posi – Posi Rao, Desa Galo – Galo, Desa Aru Burung, Desa Buho – Buho, Desa Lifao, Desa Bido, Desa Gorua, dan Desa Loleo. Total anggaran yang disalurkan Kementerian PUPR untuk membangun Sarhunta di Pulau Morotai senilai Rp 7,25 miliar.

Kepala Desa Posi – Posi Rao, Junsman Makiengun mengatakan, pembangunan Sarhunta di Pulau Morotai khususnya di Desa Posi – Posi Rao menggunakan ciri khas daerah, contohnya desain pintu yang melambangkan hasil olahan bumi setempat yaitu palawija dan cengkeh, dan ciri khas atapnya melambangkan perumahan yang ada di Maluku Utara.

“Kami sangat berterima kasih kepada Kementerian PUPR khususnya Direktorat Jenderal Perumahan yang sudah membantu perekonomian masyarakat dengan bantuan pembangunan _homestay_ . Jadi para wisatawan yang berkunjung di Pulau Morotai ini bisa menginap di _homestay_ milik warga,” ujar Junsman.

Salah satu penerima bantuan Sarhunta, Jefri Ante mengatakan setelah menerima bantuan _homestay_ dirinya sudah menerima tamu dalam sebulan sebanyak 2 hingga 5 tamu. “Kami sangat berterima kasih kepada kementerian PUPR atas bantuan _homestay_ ini dan berharap bisa membuat jumlah wisatawan lokal dan mancanegara terus meningkat di Pulau Morotai,” harapnya.

Pulau Morotai berbatasan langsung dengan Samudera Pasifik. Pulau ini dulunya merupakan salah satu basis militer pada Perang Dunia II yang kini kaya akan barang peninggalan bersejarah.

Di samping wisata sejarah, Pulau Morotai juga dikenal dengan wisata bahari dengan keindahan pantainya yang menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara, untuk bersantai dan berselancar.

Tingkatkan Kualitas Permukiman Kumuh, Kementerian PUPR Tata Kawasan Kedaung Kota Tangerang

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar