logo


Jalur Pipa Gas Rusia-Jerman Rusak, Moskow: Sangat Mengkhawatirkan

Pemerintah Rusia sangat prihatin dengan rusaknya jaringan pipa gas Nord Stream 1 yang menimbulkan kebocoran di Laut Baltik

27 September 2022 21:10 WIB

Nord Sream 1
Nord Sream 1 Reuters

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerintah Rusia pada Selasa (27/9) mengatakan bahwa mereka tidak mengesampingkan kemungkinan adanya tindakan sabotase dibalik rusaknya jaringan pipa gas Nord Stream 1 yang menimbulkan kebocoran di Laut Baltik.

Pipa, yang dirancang untuk membawa gas dari Semenanjung Yamal Siberia Barat langsung ke Jerman, ekonomi terbesar di Eropa, telah menjadi fokus dari perang energi antara Rusia dan Uni Eropa terkait konflik di Ukraina.

Nord Stream AG, operator jaringan, mengatakan sebelumnya pada hari Selasa bahwa tiga jalur lepas pantai dari sistem pipa gas Nord Stream 1 mengalami kerusakan yang "belum pernah terjadi sebelumnya".


Selandia Baru Tak Bisa Lagi Sediakan Bantuan Militer bagi Ukraina

Saat ditanya apakah sabotase adalah alasan kerusakan itu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan: "Tidak ada opsi yang dapat dikesampingkan sekarang."

Peskov menambahkan bahwa pemerintah Rusia sangat prihatin dengan situasi tersebut sehingga akan segera menggelar penyelidikan segera, mengingat hal itu adalah masalah yang mempengaruhi keamanan energi "seluruh benua".

"Ini adalah berita yang sangat mengkhawatirkan. Memang, kita berbicara tentang beberapa kerusakan yang tidak jelas pada jalur pipa di zona ekonomi Denmark," kata Peskov.

"Ini adalah masalah yang terkait dengan keamanan energi di seluruh benua," tambahnya.

Korea Selatan Enggan Bantu AS Pertahankan Taiwan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia