logo


Soal Pernyataan SBY Dengar Jokowi Mau 2 Capres, Andi Arief Beri Klarifikasi

Andi menyebut ada beberapa bagian yang dipotong dalam video yang beredar.

27 September 2022 08:43 WIB

Andi Arief
Andi Arief Twitter @andi_arief

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Ketua Bappilu Partai Demokrat, Andi Arief mengklarifikasi video pernyataannya terkait keinginan Presiden Joko Widodo agar Pilpres 2024 hanya diikuti dua paslon. Saat ini video tersebut tengah menjadi sorotan di media sosial Twitter.

Andi memastikan terjadi pemangkasan beberapa bagian dalam video tersebut. Ia menyarankan pernyataan di dalamnya tidak dirunut karena berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

“Sehubungan dengan beredarnya video wawancara saya, mohon untuk tidak dikutip. Pertama, itu buat internal. Kedua, ada beberapa bagian yang dipotong dan bisa membuat salah paham,” kata Andi Arief dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/9).


Isu Jokowi Maju Cawapres, Prabowo: Semua Kemungkinan Kita Hormati

Sementara itu, video pernyataan Andi bahwa Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah mendengar kemauan Presiden Jokowi agar Pilpres 2024 diikuti dua paslon telanjur beredar di platform Twitter dan menjadi pembicaraan.

Salah satu akun yang mengunggah video tersebut adalah @Leonita_Lestari. Dalam video itu, Andi juga menyebut alasan Anies Baswedan tidak bakal diusung oleh parpol di Pilpres mendatang.

“Silakan saja mau dimuat, muatlah. SBY bukan orang sembarangan. Informasinya kualitasnya dia cek satu persatu. Dia sudah ketemu dengan semua pimpinan partai kecuali PDIP. Semua mengeluh. Dia sudah mendengar langsung skenario dua pasang. Lalu dia melakukan pengecekan terhadap orang yang mendengar langsung dari mulutnya Pak Presiden,” ujar Andi sebagaimana dalam video tersebut.

“Pak Presiden hanya mau dua calon. ‘Kenapa dua calon Pak Presiden? Kan ada Anies, ada Ganjar’. ‘O, Anies kan sebentar lagi masuk penjara’. ‘Terus partai-partai lain yang di KIB (Koalisi Indonesia Bersatu) apa segala, kalau enggak nurut tinggal masuk penjara aja itu’. Jahat bukan?” pungkasnya.

Sarankan Demokrat Berbenah, Masinton PDIP: Enggak Perlu jadi Partai yang Mellow

Halaman: 
Penulis : Iskandar