logo


Lukas Enembe Mangkir Pemeriksaan, KPK Beri Peringatan Keras ke Tim Penasihat Hukumnya

Pihak yang menghalangi proses hukum bisa terancam pidana penjara maksimal 12 tahun.

27 September 2022 05:30 WIB

Lukas Enembe
Lukas Enembe twitter.com/lukasenembe

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Gubernur Papua Lukas Enembe tidak memenuhi panggilan pemeriksaan selaku tersangka kasus dugaan korupsi, pada Senin (26/9). Hal itu sangat disesalkan oleh KPK.

"Kami tentu menyayangkan sikap saudara LE (Lukas Enembe) yang memilih untuk tidak memenuhi panggilan tim penyidik KPK," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri, Senin (26/9).

Lukas diminta kooperatif dalam proses hukum terkait kasus gratifikasi Rp1 miliar yang menjeratnya. Ia diharapkan bisa hadir dalam setiap agenda pemeriksaan.


KPK Respons Pihak Lukas Enembe yang Ajak Lihat Tambang Emas

“KPK belum mendapatkan informasi yang sahih dari pihak dokter ataupun tenaga medis yang menerangkan kondisi Sdr LE dimaksud," ujar Ali.

Atas hal ini, tim penasihat hukum Lukas diingatkan untuk menjadi perantara yang baik. "Bukan menyampaikan pernyataan yang tidak didukung fakta sehingga bisa masuk dalam kriteria menghambat atau merintangi proses penyidikan," tegas Ali.

Diketahui, pihak yang berupaya menghalangi proses hukum bisa terancam pidana penjara maksimal 12 tahun.

Sebelumnya, penasihat hukum Lukas, Stefanus Roy Rening menyebut kliennya dalam kondisi sakit sehingga tidak memungkinkan untuk menjalani pemeriksaan KPK. Menurutnya, Lukas memiliki riwayat sakit yang tak main-main. Pasalnya sang gubernur sudah empat kali terkena stroke sejak 2018 lalu.

KPK Berkoordinasi dengan IDI untuk Periksa Kondisi Kesehatan Lukas Enembe

Halaman: 
Penulis : Iskandar