logo


Presiden AS Ancam Lakukan Hal Ini jika Rusia Caplok Wilayah Ukraina

Presiden AS Joe Biden mengancam akan meningkatkan kebijakan sanksi ekonomi terhadap Moskow jika sejumlah wilayah Ukraina bergabung dengan Federasi Rusia

26 September 2022 11:48 WIB

Joe Biden
Joe Biden politico

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada Jumat (23/9) mengatakan bahwa Amerika "tidak akan pernah mengakui" hasil jajak pendapat yang digelar di beberapa wilayah Ukraina, diantaranya Donetsk, Lugansk, Kherson dan Zaporozhye. Sebaliknya, AS dan sekutu berjanji akan meningkatkan kebijakan sanksi "ekonomi" terhadap Moskow jika keempat wilayah Ukraina tersebut bergabung dengan Federasi Rusia.

"Mereka adalah dalih palsu untuk mencoba mencaplok bagian-bagian Ukraina dengan paksa dalam pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional, termasuk Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa,” kata Joe Biden dalam pernyataan tertulis, dikutip RT.com.

"AS berjanji untuk bekerja dengan sekutu dan mitra kami untuk mengenakan biaya ekonomi tambahan yang cepat dan berat di Rusia,” tambahnya tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Pada hari Jumat, republik Donbass Donetsk dan Lugansk, serta Wilayah Kherson yang dikuasai Rusia dan bagian dari Wilayah Zaporozhye, memulai referendum mereka untuk bergabung dengan Rusia. Proses referendum tersebut akan selesai pada 27 September 2022.

Moskow memperingatkan bahwa jika kedua republik dan wilayah tersebut memilih untuk bergabung dengan Rusia, mereka akan menganggap serangan di wilayah ini sebagai serangan terhadap wilayahnya sendiri, dan akan meresponsnya.

Sejumlah pemimpin Barat juga mengecam referendum tersebut. Negara-negara G7 menganggap pemungutan suara sebagai referendum yang "tidak sah" dan tidak demokratis, dan bersumpah untuk "tidak pernah mengakui" hasilnya. Organisasi yang beranggotakan AS, Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, dan Jepang tersebut juga mengatakan akan terus memberikan "dukungan finansial, kemanusiaan, militer, diplomatik, dan hukum" kepada pemerintah Ukraina.

 
 

Inggris Janji Buka Kantor Kedubes untuk Israel di Jerusalem, Begini Reaksi Palestina

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia