logo


Kecewa dengan Penetapan Tersangka Hakim Agung Sudrajad Dimyati, DPR: Jadikan Ini Kasus Pertama dan Terakhir

DPR tidak ingin penegak hukum tercoret dengan tindakan kotor.

24 September 2022 07:29 WIB

Ahmad Sahroni
Ahmad Sahroni dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengaku kecewa dengan penetapan Hakim Agung Sudrajad Dimyati sebagai tersangka kasus suap oleh KPK. Ia menyebut Hakim Agung seharusnya menjadi penegak hukum yang terdepan dalam memberantas kasus korupsi.

"Apresiasi KPK atas capaian besarnya dalam menersangkakan hakim agung. Ini menunjukan KPK bekerja secara profesional dan tegas tanpa pandang bulu. Namun di sisi lain, sejujurnya saya kecewa dengan fakta penangkapan ini. Sebab ini kali pertama terjadi penangkapan hakim agung. Penegak hukum seharusnya bisa menjadi contoh soal pengedepanan sifat antikorupsi. Tapi ini malah sangat amat disayangkan," kata Sahroni dalam keterangan, Jumat (23/9/2022).

Bendahara Partai NasDem itu berharap kasus suap Hakim Agung Sudrajad Dimyati menjadi yang pertama dan terakhir di Mahkamah Agung. Ia tidak ingin penegak hukum tercoret dengan tindakan kotor.


Muncul Demo 'Save Lukas Enembe' di Papua, KPK: Itu Diupayakan oleh Pihak Tersangka

"Jadikan momen ini untuk melakukan pembenahan di dalam tubuh Mahkamah Agung. Sehingga penangkapan ini menjadi kasus yang pertama dan terakhir terjadi di Mahkamah Agung. Jangan sampai dunia peradilan kita justru tercoreng karena tindakan-tindakan kotor," ujarnya.

Ia meminta agar semua pihak mengambil pelajaran dari kasus tersebut. Ia juga meminta agar pejabat publik meningkatkan kinerja dengan mengedepankan sifat anti korupsi.

"Perlu disadari bahwa di setiap tindakan saudara, itu ada beban marwah institusi yang harus saudara jaga. Jadi mari kita sama-sama hindari aksi penyelewengan semacam ini. Lebih baik berfokus pada peningkatan kinerja dan berikan yang terbaik untuk masyarakat" pungkasnya.

Soal Demo 'Save Lukas Enembe', PPP Ingatkan Proses Hukum Tidak Boleh Berhenti

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati