•  

logo


Tanggapi Luhut, Politikus PDIP: Pernyataan yang Kurang Bijaksana

Luhut bicara soal kemungkinan orang dari luar Jawa akan sulit menjadi presiden

23 September 2022 16:41 WIB

Hendrawan Supratikno
Hendrawan Supratikno Twitter @PDI_Perjuangan

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menko Marinves Luhut Binsar Panjaitan bicara soal kemungkinan orang dari luar Jawa akan sulit menjadi presiden. Politikus PDIP Hendrawan Supratikno menilai pernyataan Luhut kurang bijaksana.

"Pernyataan yang kurang bijaksana dan tendensius," kata Hendrawan kepada wartawan, Jumat (23/9).

Hendrawan mengatakan bahwa asal usul suku dan wilayah sebaiknya tidak lagi jadi masalah. Menurutnya, fakta demografis dan sosiologis bisa menjadi tantangan.


Megawati Ingatkan Tak Ikut Dansa Politik, Ini Respons Ganjar Pranowo

"Dalam mimpi kolektif kita sebagai negara bangsa, persoalan asal usul suku dan wilayah, sudah seyogyanya kita tanggalkan dan tinggalkan," katanya.

"Justru fakta demografis dan sosiologis yang dikhawatirkan Pak Luhut, harus menjadi tantangan kita dalam program edukasi dan literasi politik dan keadaban demokrasi yang terus kita bangun," imbuhnya.

Sebelumnya, pernyataan Luhut tersebut disampaikan saat berbincang dengan Rocky Gerung di kanal YouTube RGTV.

"Apa harus jadi presiden aja kau bisa ngabdi? Kan nggak juga, harus tahu diri juga lah, kalau kau bukan orang Jawa jangan terus, ini anu ini antropologi, kalau Anda bukan orang Jawa, pemilihan langsung hari ini, saya nggak tahu 25 tahun lagi, udah lupain deh, nggak usah kita memaksakan diri kita, sakit hati, yang bikin sakit hati kita kan kita sendiri," tutur Luhut.

Rocky lalu menanggapi apa yang disampaikan Luhut benar secara ilmu antropologi.

"Iya kalau mereka nggak baca, iya saya ingetin ada orang yang nggak baca, bahwa antropologi kita itu basisnya adalah etnis civil, dan faktualitas itu yang kadang kala membatalkan ambisi orang untuk jadi presiden," ujar Rocky Gerung.

Luhut mengaku mengurungkan ambisinya menjadi presiden karena merasa minoritas di Indonesia.

"Yes, termasuk saya, betul saya, saya double minoritas, saya sudah Batak Kristen lagi. Jadi saya bilang sudah cukup itu, kita harus tahu, ngapain saya menyakiti hati saya, istri saya juga bilang 'kamu ngapain sih pah?', ya memang nggak mau, 'syukurlah haleluya' dia bilang, ya sudah," sebut Luhut.

Soal Dewan Kolonel dan Dewan Kopral, FX Rudy: Nggak Diperlukan

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata