logo


Luhut Akui Orang Luar Jawa Sulit jadi Presiden, Rizal Ramli: Karena Sistem Pilpres Tak Kompetitif

RR yakin bahwa sistem Pilpres kompetitif akan meniadakan pembelahan Jawa vs Non-Jawa.

22 September 2022 20:44 WIB

Rizal Ramli
Rizal Ramli Jitunews/Khairul

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pengamat kebijakan publik, Rizal Ramli menyambut pernyataan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan perihal sulitnya orang luar Jawa menjadi presiden.

Mantan Menko Kemaritiman itu menilai orang luar Jawa sulit jadi presiden karena sistem pemilihan yang tidak kompetitif. Menurutnya, keterbelahan Jawa dan Non Jawa bisa diakhiri lewat pembenahan sistem Pilpres.

“Pernyataan ngasal. Orang luar Jawa susah jadi Presiden karena sistem pemilihan Presiden Indonesia tidak kompetitif, oligapolistik yang sengaja direkayasa untuk menguntungkan boneka oligarki,” tulisnya via akun Twitter @RamliRizal, Kamis (22/9).


Demokrat Klaim AHY Sumber Harapan Baru Rakyat

“Kalau sistemnya kompetitif tidak ada lagi pembelahan Jawa vs Non-Jawa,” lanjut tokoh yang karib disapa RR itu.

Sebelumnya, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menyarankan orang luar Jawa untuk mengubur impian menjadi presiden. Sebab, saat ini tak mungkin tokoh non-Jawa bisa terpilih jadi pemimpin RI.

“Kalau Anda bukan orang Jawa, pemilihan langsung hari ini, saya enggak tahu 25 tahun lagi, sudah lupain deh. Enggak usah kita memaksakan diri kita. Sakit hati, yang bikin sakit hati ya kita sendiri,” ujar Luhut saat berbincang dengan Rocky Gerung dalam kanal Youtube RGTV channel ID.

Luhut menyebutkan fakta antropologi masyarakat Indonesia saat ini masih sangat berorientasi pada kesukuan. Sebagaimana sensus penduduk pada 2010, mayoritas atau sekitar 40,22 persen masyarakat Indonesia bersuku Jawa.

Kesampingkan Suku, Ustaz Hilmi: Sudah Saatnya Putra Terbaik Bangsa Pimpin Negeri Ini

Halaman: 
Penulis : Iskandar