logo


Menko PMK: Selain Agama, Santri Juga Harus Diberikan Ilmu Pengetahuan Lainnya

Menko PMK mengatakan dalam mendukung cita-cita mendirikan pendidikan Islam, para santri juga harus diberi pendidikan yang berimbang

22 September 2022 09:13 WIB

Menko PMK, Muhadjir Effendy
Menko PMK, Muhadjir Effendy Dok. Kemenko PMK

GARUT, JITUNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, sejak dini para pemuda Islam harus berani bermimpi besar.

“Pada 2045, kalian yang saat ini masih belia, nanti akan menjadi penentu masa depan Indonesia. Maka dari itu jangan takut bermimpi besar,” ujar Muhadjir saat memberikan sambutan pada acara peresmian Masjid Al-Muhajirin Pondok Pesantren Al- Furqon Muhammadiyah, Cibiuk, Garut, Rabu (21/9).

Menurutnya, pemuda Islam yang memiliki mimpi besar akan memiliki motivasi untuk sukses yang tak kalah besar. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM di masa depan.


Perangi Stunting, Warga Ambon Butuh Tambahan Alkes

“Apapun cita-cita kalian, bermimpilah yang besar. Kalian harus lebih unggul,” katanya.

Ia menambahkan, sebelum digaungkan Indonesia memiliki bonus demografis, pesantren sudah lama tampil menyiapkan dan meningkatkan kualitas SDM.

“Fakta sejarah membuktikan bahwa pesantren telah berperan besar dalam pembangunan dan pengembangan Sumber Daya Manusia generasi bangsa,” ungkap Muhadjir.

Melihat eksistensi dan peran pesantren dalam pembangunan SDM bangsa, diharapkan pesantren dapat menjadi salah satu pusat peradaban muslim di Indonesia.

“Oleh karena itu, peran pondok pesantren harus selalu ditingkatkan. Pondok pesantren harus tetap berperan, berdampingan dan bersinergi dengan lembaga-lembaga pendidikan lainnya,” tuturnya.

Selain itu, Menko mengatakan, dalam mendukung cita-cita mendirikan pendidikan Islam, para santri juga harus diberi pendidikan yang berimbang.

“Di era digital, selain ilmu agama, para santri juga harus diberikan ilmu pengetahuan lainnya yang tidak kalah penting. Khususnya STEM, yakni Sience, Technology, Engineering dan Mathematic,” pungkasnya.

Adapun dalam kegiatan itu, Menko PMK turut meresmikan dan menandatangani prasasti peresmian masjid Al-Muhajirin dan melakukan peletakan batu pertama asrama putri Pondok Pesantren Al- Furqon Muhammadiyah, Cibiuk, Garut.

Sebagai informasi, Ponpes Al - Furqon Muhammadiyah telah berdiri sejak 1964. Saat ini Ponpes Al-Furqon memiliki 324 anak didik SMP dan 200 anak didik SMA dengan jumlah tenaga admin & pengajar 61 orang. Dengan memfokuskan pembelajaran Bahasa  Arab, Inggris, Tahfidz Qur’an, &  Pendalaman Nahwu Shorof.

Turut hadir, tuan rumah Pimpinan Pondok Pesantren Al Furqon Yanto Asyatibie, Wakil Bupati Garut dr. H. Helmi Budiman, segenap Forkopimda Kab. Garut, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Jawa Barat Dr. H. Makhmud Syafe'i, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab. Garut Yusuf Safari, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Cibiuk Engkos Kosasih, dan Pimpinan Cabang Aisyiah Cibiuk Hj. Tuni.

Saatnya Santri Bangkit di Era Digital

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata