logo


Beredar Tabloid Kisah Anies Baswedan di Masjid, DMI: Masjid Harus Steril dari Atribut-atribut Kepartaian

Tabloid yang berisi kisah Anies Baswedan beredar di masjid di Kota Malang

21 September 2022 09:18 WIB

Imam Addaruquthni
Imam Addaruquthni Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tabloid yang berisi kisah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beredar di masjid di Kota Malang, Jawa Timur. Dewan Masjid Indonesia (DMI) akan mengeluarkan edaran terkait netralisasi masjid atau musala.

"DMI sendiri, sebagaimana pada pra-pemilu yang lalu, akan mengeluarkan Edaran terkait netralisasi masjid atau musala sebagai tempat ibadah dan berkumpulnya jemaah inklusif dengan berbagai latar belakang, premordial, budaya, paham keagamaan, adat istiadat dan sebagainya sehingga masjid tetap mengutamakan keutuhan umat, masyarakat, dan bangsa," kata Sekjen DMI Imam Addaruqutni dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/9).

Imam mengatakan bahwa masjid harus steril dari atribut partai serta khotbah provokatif yang mengindikasikan aspirasi politik.


Kaget Tabloid Berisi Kesuksesan Anies Beredar di Masjid, Pimred KBA News: Kami Tidak Memasuhi Siapapun Anak Bangsa

"Juga masjid harus steril dari atribut-atribut kepartaian, media cetak apapun, juga khotbah-khotbah provokatif yang mengindikasikan pengarusan aspirasi politik tertentu," ucapnya.

Imam mengaku belum membaca tabloid yang berisi kisah Anies tersebut. Menurutnya, pers dan masyarakat berhak menyuarakan kebaikan tokoh. Imam mengatakan bahwa saat ini belum memasuki masa kampanye politik.

"Saya belum baca dan tidak punya tabloidnya. Tetapi hak pers dan masyarakat serta bangsa dan negara ini juga memilik benang merah kepentingan yang sama termasuk menyuarakan kebaikan tokoh sebagai role model apakah itu pemimpin pemerintahan, tokoh masyarakat, bahkan sosok rakyat perorangan teladan," ujarnya.

"Pemberitaan fokus tentang Anies Baswedan, sejauh jika tidak berkait dengan kampanye dan saat ini memang belum memasuki masa kampanye politik dalam rangka power struggle atau perjuangan memenangkan suara rakyat dalam Pemilu, saya rasa masih dalam koridor kaidah Undang-Undang Pers atau aturan perundang-undangan lainnya," ujarnya.

Sindir Tak Perlu Jagal Anies di Pilpres 2024, PDIP: Kita Lihat Prestasinya Saja

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata