logo


Soal Dugaan Kakak Asuh yang Bikin Ferdy Sambo Kelewat Percaya Diri, Polri: Sampaikan ke Timsus

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menegaskan bahwa Polri bekerja berdasarkan data-data dan fakta

21 September 2022 08:06 WIB

Dedi Prasetyo
Dedi Prasetyo Tangkapan Layar YouTube iNews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo buka suara terkait pernyataan mantan penasihat Kapolri, Muradi yang menyebut ada dugaan keterlibatan kakak asuh yang membuat mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo terlalu percaya diri dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

Dedi mempersilahkan Muradi menyampaikan dugaan itu kepada timsus bentukan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

"Silahkan sampaikan saja ke timsus," ujarnya kepada wartawan, Selasa (20/9/2022).


Ayah Brigadir J Jenuh Kasus Sambo Tak Kunjung Selesai, Pengacara: Jokowi Tidak Tegas

Ia menegaskan bahwa Polri bekerja berdasarkan data-data dan fakta. Oleh karena itu, ia enggan menanggapi lebih lanjut terkait dugaan kakak asuh Ferdy Sambo.

"Timsus bekerja berdasarkan fakta-fakta hukum," ujarnya.

Sebelumnya, Muradi meminta tim khusus (timsus) bentukan Kapolri dan penyidik Bareskrim mengusut keberadaan 'kakak asuh' yang diduga dapat meringankan vonis mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo.

Ia menyebut 'kakak asuh' itu terlibat dalam karier Ferdy Sambo di kepolisian. Kakak asuh itu, kata dia, yang memberikan jabatan Kadiv Propam kepada Sambo.

"Dia punya kakak asuh yang sudah pensiun yang ngasih jabatan Kadiv Propam. Karier Sambo melejit kan dari senior itu," kata Muradi seperti dilansir CNNIndonesia.com, Senin (19/9/2022).

Muradi menyebut pengusutan kakak asuh Ferdy Sambo itu penting dilakukan. Apabila tidak, ia menyebut Ferdy Sambo hanya diberikan hukuman minimal.

"Kalau enggak ini akan masuk angin. Dia akan mendapat hukuman yang minimal, padahal kan dia yang merusak semuanya. Harusnya dia hukumannya minimal 20 tahun, bisa seumur hidup atau hukuman mati," ujarnya.

Sebut Penolakan Banding Ferdy Sambo Tepat, Anggota DPR: Kita Dorong Percepatan Pengadilannya

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati