logo


Industri Pariwisata Turki Full Senyum Melihat Eropa Krisis Energi

Sejumlah media Turki melaporkan bahwa tingkat pemesanan hotel di Turki pada akhir tahun ini meningkat 50 persen daripada tahun sebelumnya

19 September 2022 19:31 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Warga Eropa dikabarkan berbondong-bondong memesan tiket perjalanan dan penginapan di Turki untuk menghindari krisis energi yang diprediksi menghantam benua biru selama musim dingin

"Orang Eropa yang menghadapi prospek musim dingin yang sulit karena krisis energi yang mengancam memesan hotel dan apartemen di Türkiye untuk menghabiskan bulan-bulan dingin di sini," tulis media Turki, Hurriyet Daily News, dalam sebuah artikelnya pada pekan lalu.

Seperti diketahui, harga listrik dan gas di Eropa kian meroket setelah negara-negara Barat memberlakukan kebijakan sanksi Anti-Rusia atas operasi militer di Ukraina.


Uni Eropa Terlalu Bergantung pada Energi Rusia, Tokoh Oposisi Perancis: Idiot dan Orang-orang Naif

"Khawatir situasinya akan semakin buruk dalam beberapa bulan mendatang, orang Eropa sekarang membuat rencana untuk menghindari kesulitan lebih lanjut dengan beberapa dari mereka mencari akomodasi di Turki," tambah media tersebut.

Sementara itu, menurut laporan media Turki lainnya, Haber, jumlah pemesanan kamar hotel untuk bulan November telah meningkat 50 persen dari tahun sebelumnya.

"Orang-orang Eropa, yang tagihannya telah meningkat sepuluh kali lipat di tengah krisis gas, diperkirakan akan berduyun-duyun ke hotel-hotel Turki untuk menghabiskan musim dingin. Jumlah pemesanan untuk November telah meningkat 50%," kata Haber.

Ferhan Ademhan, anggota dewan Asosiasi Operator Pariwisata Anatolia, mengatakan bahwa lapangan kerja di kawasan resor Turki akan tumbuh sesuai dengan tren saat ini.

“Musim dingin ini kemungkinan akan menjadi musim yang baik bagi para pelaku bisnis perhotelan. Orang Eropa dan orang-orang dari Inggris menyewa rumah selama tiga bulan. Mereka akan mampu tinggal lama dan menyenangkan di Turki dengan uang yang seharusnya mereka keluarkan untuk tagihan listrik dan gas,” katanya.

Rusia Ingin Sumbangkan Ratusan Ton Pupuknya ke Negara Miskin, Begini Reaksi PBB

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia