logo


Disebut sebagai Negara Autokrasi oleh Uni Eropa, PM Hungaria: Lelucon yang Membosankan

PM Hungaria mengecam keputusan parlemen Uni Eropa yang menyatakan negaranya sebagai negara yang tidak demokrasi

17 September 2022 10:01 WIB

Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban
Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban Reuters

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri Hongaria Viktor Orbán pada hari Jumat (16/9) mengatakan bahwa dia merasa "lucu" bahwa Parlemen Eropa telah meloloskan laporan yang menyebut Hungaria sebagai negara "Autokrasi elektoral."

"Saya menganggapnya lucu," kata Orbán saat berkunjung ke Beograd, ibu kota Serbia.

“Satu-satunya alasan kami tidak menertawakannya adalah karena kami bosan. Ini lelucon yang membosankan. Ini adalah ketiga atau keempat kalinya mereka mengeluarkan resolusi yang mengutuk Hongaria di Parlemen Eropa. signifikan. Tapi sekarang kami melihatnya sebagai lelucon," tambahnya.


Rusia Bakal Dapat Keuntungan Besar jika Alihkan Pasokan Gas Alamnya ke China

Komentar Orbán muncul sehari setelah anggota parlemen menyatakan bahwa Hungaria tidak lagi menjadi negara demokrasi yang berfungsi penuh.

Sebaliknya, negara itu harus dicap sebagai "rezim hibrida autokrasi elektoral" di mana pemilihan diadakan secara teratur tetapi tanpa menghormati norma-norma dasar demokrasi.

Orbán mengatakan Brussel seharusnya lebih fokus pada krisis energi yang memburuk, yang dia anggap sebagai konsekuensi langsung dari sanksi Uni Eropa terhadap Rusia.

"Ketika saya melihat sanksi energi, saya melihat bahwa kita orang Eropa, yang kerdil energi, telah mengambil sanksi terhadap raksasa energi," kata pemimpin Hungaria, mengacu pada Rusia, pemasok global bahan bakar fosil.

"Ini adalah fenomena yang sama sekali tidak biasa dalam sejarah, dan saya pikir hal semacam ini biasanya tidak baik. Kami sangat dirugikan oleh sanksi ini. Itu buruk bagi kami, itu menyakitkan bagi kami, mereka menghabiskan banyak uang," tambahnya.

Negara Barat Gunakan Konflik Ukraina untuk Hancurkan Rusia, Putin: Tidak Akan Berhasil

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia