logo


Temui Pendemo, KSP: Pemerintah Justru Berusaha Menekan Harga BBM di Indonesia

Pemerintah memprioritaskan perlindungan terutama kepada kelompok ekonomi rentan

15 September 2022 20:35 WIB

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Abraham Wirotomo
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Abraham Wirotomo ksp.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Massa BEM Seluruh Indonesia menggelar aksi demo terkait penolakan kenaikan harga BBM di Patung Kuda, Jakarta Pusat. Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Abraham Wirotomo, menemui massa pendemo.

Abraham mengatakan bahwa pemerintah berusaha menekan harga BBM di Indonesia tetap terjangkau.

"Pemerintah justru berusaha menekan harga BBM di Indonesia tetap terjangkau dengan caranya apa? Menaikkan besaran anggaran subsidi, yang tahun lalu itu Rp 188 triliun, tahun ini sudah dinaikkan ke angka Rp 502 triliun," kata Abraham di lokasi, Kamis (15/9).


Harga BBM di AS Bakal Naik jika Uni Eropa Setop Beli Minyak Rusia

Abraham mengatakan bahwa harga minyak di dunia mengalami lonjakan yang luar biasa. Hal itu mempengaruhi besaran subsidi dari pemerintah.

"Kenapa masih perlu penyesuaian? Karena harga minyak di dunia itu mengalami lonjakan yang luar biasa, dari yang awalnya US$ 60-an per barel mencapai di atas US$ 100 per barel, tentunya akan mempengaruhi besaran subsidi yang bisa diberikan pemerintah," katanya.

Abraham mengatakan bahwa pemerintah memprioritaskan perlindungan terutama kepada kelompok ekonomi rentan.

"Sekarang pemerintah ketika harus menyesuaikan harga BBM, pemerintah memprioritaskan perlindungan terutama kepada kelompok ekonomi rentan. Caranya apa? Dengan memberikan 3 skema bantuan sosial, pertama adalah BLT BBM, bantuan subsidi upah, dan bantuan subsidi transportasi," katanya.

"Jadi harapannya meskipun ada 107 negara yang sedang menghadapi krisis energi, Indonesia bisa melewati krisis energi ini dengan baik. Memang peran pemerintah tugas dari pemerintah itu harus bisa terus menjelaskan kepada masyarakat apa alasan-alasan yang mendasari mungkin kebijakan yang dianggap tidak sesuai dengan aspirasi dari beberapa masyarakat," sambungnya.

Harga BBM Naik, KITA Bikin Program Santunan Keliling Kampung

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata