logo


Inflasi Amerika Bulan Agustus Melandai Jadi 8,3 Persen, Namun Masih Jauh Dari Harapan The Fed

Inflasi Amerika melandai, melandai, namun nilai itu masih jauh dari target Bank Sentral Amerika Federal Reserve atau The Fed

14 September 2022 21:56 WIB

Ilustrasi - Inflasi Amerika Serikat Bulan Agustus 2022 sebesar 8,3 persen
Ilustrasi - Inflasi Amerika Serikat Bulan Agustus 2022 sebesar 8,3 persen Pixabay

JAKARTA, JITUNEWS.COM -- Indeks Harga Konsumen (IHK) atau inflasi Amerika Serikat (AS) pada bulan Agustus 2022 dilaporkan mulai melandai.
Tercatat nilai inflasi Amerika bulan Agustus 2022 sebesar 8,3 persen.

Meski melandai, namun nilai itu masih jauh dari target Bank Sentral Amerika Federal Reserve atau The Fed.

Dilansir Bloomberg, Departemen Tenaga Kerja AS mencatat indeks harga konsumen (IHK) AS naik 8,3 persen pada Agustus 2022 dari periode yang sama tahun sebelumnya (yoy).


Peluang Ekspor Akar Gingseng Jepang (Gobo) Terbuka Lebar


Inflasi AS ini lebih rendah dari bulan Juli 2022 yang mencapai 8,5 persen yoy. Dibandingkan bulan sebelumnya (month-on-month/mom), inflasi AS mencapai 0,1 persen.

Adapun IHK inti, yang menghilangkan komponen makanan dan energi yang lebih mudah berubah, naik 0,6 persen mom dan 6,3 persen yoy.

Angka inflasi ini atas proyeksi ekonom dalam survei Bloomberg yang memperkirakan IHK AS naik 8,1 persen pada Juli. Adapun CPI inti diperkirakan naik 6,1 persen.


Sebelumnya, laporan pemerintah AS memperkirakan IHK AS naik 8 persen year-on-year (yoy) pada bulan Agustus 2022. Sementara itu, IHK inti diperkirakan akan naik sebesar 6,1 persen.


Data inflasi AS akan membantu membentuk pandangan pejabat The Fed mengenai keputusan untuk memicu kenaikan suku bunga 75 basis poin lagi.

Gubernur Federal Reserve Jerome Powell sebelumnya mengatakan, masih membuka segala kemungkinan mengenai kenaikan suku bunga Fed Fund Rate (FFR) pada akhir pertemuan 20-21 September mendatang.


Di sisi lain, inflasi yang tinggi sebenarnya berarti biaya pinjaman yang lebih tinggi dan memperlambat permintaan.

“Kebijakan moneter perlu dibatasi untuk beberapa waktu untuk memberikan keyakinan bahwa inflasi bergerak turun ke target,” kata Wakil Gubernur Fed Lael Brainard pekan lalu, dikutip dari Bloomberg pada Selasa 13 September 2022 kemarin.

Data inflasi bulan ini juga sejalan dengan ekspektasi Menteri Keuangan AS Janet Yellen yang optimistis bahwa inflasi Negeri Paman Sam akan melambat.

Optimisme Yellen ini salah satunya didasarkan pada harga gas yang telah turun selama 80 hari berturut-turut.

"(Penurunan harga gas) ini menyebabkan inflasi utama benar-benar masuk ke wilayah negatif pada bulan Juli, dan saya pikir akan ada beberapa dorongan lebih lanjut dalam laporan berikutnya,” ungkap Yellen.

Melon Granat, Primadona Baru Buah Melon?

Halaman: 
Penulis : S. Nugroho, S. Nugroho