logo


Pembangunan Jalan Tol Kedua di Bali Telah Dimulai, Cek Profilnya Disini

Tol Gilimanuk-Mengwi sepanjang 96,84 kilometer, disebut juga Tol Jagat Kerthi, pembangunannya menelan anggaran Rp24,6 triliun

13 September 2022 14:09 WIB

Dirut PT Jagat Kerthi, Tito Sulistio menjelaskan pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi 96,84 kilometer kepada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, usai acara Groundbreaking Jalan Tol kedua di pulau Bali, Sabtu 10 September 2022.
Dirut PT Jagat Kerthi, Tito Sulistio menjelaskan pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi 96,84 kilometer kepada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, usai acara Groundbreaking Jalan Tol kedua di pulau Bali, Sabtu 10 September 2022. Arief/Birkompu

DENPASAR, JITUNEWS.COM -- Pulau Dewata Bali sebentar lagi akan memiliki jalan tol baru setelah Jalan Tol Bali Mandara beroperasi sejak tahun 2013 lalu.
 
Jalan Tol kedua di pulau Dewata Bali itu disebut sebagai Tol Jagat Kerthi. Ruas tol sepanjang 96,84 kilometer itu menghubungkan Gilimanuk dengan Mengwi, melintasi 3 Kabupaten di Provinsi Bali yang menjadi jalur utama logistik di wilayah tersebut.
 
Nama Jagat Kerthi sendiri diambil dari nama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang merupakan konsorsium dari tiga perusahaan, yaitu  PT Sumber Rhodium Perkasa, PT Cipta Sejahtera, dan PT Bumi Sentosa Dwi Agung.
 
PT Tol Jagat Kerthi Bali memegang hak pengusahaan dan konsesi selama 50 tahun dengan nilai investasi Rp 24,6 triliun.
 
Nilai investasi itu terdiri dari kebutuhan biaya pembebasan lahan Rp 3,29 triliun dan kebutuhan biaya konstruksi sebesar Rp 16,41 triliun.
 
Proses peletakan batu pertama atau Groundbreaking pembangunan Tol terpanjang di pulau Bali itu sendiri telah dilakukan pada hari Sabtu, 10 September 2022, di titik awal pembangunan yaitu di wilayah Pekutatan, Kabupaten Jembrana.
 
 
Titik awal pembangunan Tol Jagat Kerthi itu ditandai dengan berlangsungnya upacara adat Bali dan pemukulan Kulkul, yang dihadiri langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Gubernur Bali I Wayan Koster, para Bupati dan Forkopimda, serta pimpinan tinggi Madya di lingkup Kementerian PUPR.
 
Tol Gilimanuk-Mengwi akan membentang sepanjang 96,84 kilometer dan akan melintasi tiga wilayah yakni Kabupaten Jembrana, Kabupaten Tabanan, dan Kabupaten Badung.
 
Proses pembangunannya terbagi menjadi tiga seksi, yakni Seksi 1 Gilimanuk-Pekutatan sepanjang 53,6 kilometer, Seksi 2 Pekutatan-Soka sepanjang 24,3 kilometer, dan Seksi 3 Soka-Mengwi sepanjang 18,9 kilometer.

Selain itu, jalan tol ini akan dilengkapi jalur sepeda dan sepeda motor sepanjang 40 kilometer di ruas simpang susun (SS) Pekutatan-Mengwi. Tol Gilimanuk-Mengwi mencakup delapan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area yaitu 4 rest area Tipe A dan rest area Tipe B.

Terkait pembangunan, awalnya BUJT menargetkan jalan tol ini selesai pada 2028 mendatang atau tujuh tahun lagi. Namun, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menilai target penyelesaian itu terlalu lama.
 
Mengingat tol ini sudah sangat dibutuhkan masyarakat dan pelaku usaha yang ada di area Lintas Barat Bali. Sehingga dia meminta pekerjaan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi dapat dikerjakan minimal dua shift atau bahkan tiga shift.

"Jadi saya mohon dengan sangat, segera, pekerjaan ini bisa diselesaikan tahun 2025. Gunakan gaya jegog Bali atau Rock n Roll," ujar Basuki saat menghadiri proses peresmian.  
 
Sementara itu, Kepala BPJT Danang Parikesit memastikan bahwa Tol Gilimanuk-Mengwi nantinya tidak akan memiliki gerbang dan gardu tol, karena akan langsung mengadopsi sistem transaksi nirsentuh tanpa stop atau Multi Lane Free Flow (MLFF) berbasis teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS).

Direktur Jenderal Bina Marga Hedy Rahadian menambahkan, jalan tol ini nantinya bisa memangkas waktu tempuh Gilimanuk-Denpasar dari 5-7 jam menjadi sekitar 2 jam saja.
 
Tol Gilimanuk-Mengwi juga akan menghubungkan wisatawan dari Pulau Jawa menuju prime tourism spot di Pulau Bali.
 
Di samping itu, terbangunnya Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi diharapkan dapat meratakan ekonomi di Bali yg saat ini masih belum seimbang, dan meningkatkan produktivitas dan efisiensi distribusi transportasi.

Tahun Depan, Pemerintah Bangun 47 Pembangkit Diesel

Halaman: 
Penulis : S. Nugroho, S. Nugroho