•  

logo


Perang Ukraina Bikin Rusia Makin Kaya

Kementerian Keuangan Rusia mengatakan bahwa pendapatan Rusia dari ekspor energi pada bulan September 2022 ini akan mencapai $6,67 Miliar

12 September 2022 21:29 WIB

Gedung Kremlin di Moskow, Rusia
Gedung Kremlin di Moskow, Rusia istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Keuangan Rusia memperkirakan bahwa negaranya akan mengalami peningkatan pendapatan senilai $6,67 Miliar dari ekspor energi pada bulan September 2022 ini, setelah pada bulan sebelumnya mendapat tambahan devisa sebesar USD 1,4 Miliar.

“Dengan demikian, total dana yang akan diterima sebagai tambahan pendapatan migas akan mencapai US$8,07 miliar,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, dikutip RT.com.

Menurut kementerian tersebut, pemerintah Rusia tidak berencana untuk membeli mata uang asing atau emas dengan dana tambahan yang diterima melalui penjualan energi.


AS Bakal Kelabakan jika Rusia Setop Ekspor Minyak

Pada bulan Agustus, analis Barat memperkirakan bahwa pendapatan ekspor energi Rusia akan melonjak 38% tahun-ke-tahun, dengan total $337,5 miliar pada tahun 2022. Menurut analisis mereka, pendapatan yag didapat dari ekspor energi akan berkurang menjadi $255,8 miliar tahun depan. Meski demikian, angka itu masih jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan pada tahun 2021 kemarin yang mencapai $ 244,2 miliar.

Meningkatnya permintaan dari beberapa ekonomi utama dunia, termasuk India dan China, mendorong ekspor energi Rusia. Moskow terpaksa mengalihkan pasokan ke Asia dan Timur Tengah, setelah negara-negara di dua kawasan tersebut menolak untuk memihak dalam konflik Rusia-Ukraina.

Pendapatan Rusia juga diprediksi semakin meningkat dengan meroketnya harga energi global karena perang sanksi antara Rusia dan negara-negara Barat.

Hungaria Sebut Uni Eropa sebagai Pecundang dalam Konflik Ukraina

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia