logo


Menkominfo Pakai Nomor AS, Fadi Zon: Artinya Tidak Ada Kepercayaan dengan Nomor di Dalam Negeri

Fadi Zon sebut kebocoran data sebagai pertanda tidak adanya proteksi keamanan siber di Indonesia

12 September 2022 19:21 WIB

otoritasnews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politikus Gerindra, Fadli Zon buka suara terkait kebocoran data yang dilakukan oleh hacker Bjorka. Menurutnya, kebocoran data itu sebagai pertanda tidak adanya proteksi keamanan siber di Indonesia.

"Kalau saya lihat hacker ini kan individual atau suatu kelompok, tapi bisa meretas institusi negara atau pimpinan dari negara. Yang penting itu menunjukkan bahwa tidak ada proteksi terhadap data kita dan ini ada suatu kelemahan di dalam lembaga institusi terkait yang harusnya bertanggung jawab terhadap proteksi terhadap keamanan siber kita," kata Fadli Zon kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (12/9/2022).

Anggota Komisi I DPR itu lantas menyinggung nomor handphone yang digunakan oleh Menkominfo Johnny G Plate. Ia menyebut Menkominfo menggunakan nomor Amerika Serikat (AS).


Heboh Bjorka, Pemerintah Bentuk Tim Khusus untuk Jaga Keamanan Data

"Ini menurut saya persoalan yang sangat serius karena menyangkut masalah harga diri juga bagaimana punyanya Menkominfo saja saya lihat kan saya ada nomornya, ganti nomor kalau tidak salah sekarang ganti nomor pakai nomor Amerika malah +1 gitu," ujarnya.

Menurutnya, hal itu menandakan pemerintah tidak percaya dengan keamanan data di Indonesia. Ia pun menyebut hal itu sebagai persoalan yang sangat serius.

"Kan artinya tidak ada kepercayaan juga. Kalau kita pakai +62 kan ini kalau Kominfo saja pakai nomor Amerika, bagaimana rakyat? Kan tidak ada kepercayaan terhadap nomor kita yang ada di dalam negeri," ucap dia.

Fadli Zon mengaku heran dengan perorangan atau kelompok kecil namun bisa meretas data sejumlah pejabat negara. Ia pun meminta pemerintah mengambail langkah tegas untuk mengusut kebocoran data tersebut.

"Harusnya institusi seperti Kominfo dan BSSN yang bertanggung jawab. Itu kan mempermalukan. Masa satu atau beberapa hacker bisa mempermalukan institusi negara atau orang penting dalam institusi? Harus ada evaluasi total dan juga mungkin presiden harus mengambil langkah intervensi," ujarnya.

"Masa kita diperlakukan seperti itu dan tidak ada resistensi memadai? Tidak ada pertahanan? Ironisnya netizen kita mayoritas dukung. Ini something wrong. Berarti harus ada evaluasi kenapa bisa data kita diperdagangkan, diretas, diperjualbelikan, diumbar di dunia maya," lanjutnya.

Ramai Hacker Bjorka, Fadli Zon: Mungkin Presiden Harus Ambil Langkah Intervensi

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati