logo


Kasus Polisi Tembak Polisi di Lampung, DPR: Kepemilikan Senjata Bukan untuk Gagah-gagahan

Kasus penembakan ini harus dijadikan pembelajaran bagi institusi Polri

6 September 2022 22:45 WIB

Ilustrasi Penembakan
Ilustrasi Penembakan Net

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Kasus Polisi tembak Polisi kembali terjadi, kali ini terjadi Lampung Tengah.  Aipda Rudi Suryanto (39) menembak rekannya sendiri yang bernama Aipda Ahmad Karnain (41) hingga tewas. Penembakan terjadi karena dendam pribadi antara pelaku dan korban.

Anggota Komisi III DPR RI Siti Nurizka Puteri Jaya mengatakan kasus penembakan ini harus dijadikan pembelajaran bagi institusi Polri

Institusi Polri juga perlu untuk melakukan pembenahan khusus dan pengkajian ulang terkait tes yang dilakukan kepada setiap polisi untuk memegang senjata.


Merasa Ditipu Ferdy Sambo soal Brigadir J, Brigjen Hendra Minta Narasi Bohong Jadi Pertimbangan Penyidik

Hal itu dikarenakan, setiap polisi yang sudah memiliki izin untuk memegang senjata memiliki tanggung jawab yang besar untuk bisa menciptakan rasa aman kepada masyarakat.

"Hal ini agar poin dan pesan tersampaikan bahwa kepemilikan memegang senjata bukan untuk gagah-gagahan dan urusan pribadi namun untuk menjaga keamanan dan keharmonisan masyarakat," kata Rizka di Jakarta, Selasa (06/09/2022).

Politisi Gerindra ini menuturkan perlunya ada Program Pengecekan terhadap pendidikan penggunaan senjata secara rutin setiap tahun bahkan mungkin setiap bulan.

Menurutnya hal tersebut bertujuan setiap Polisi dapat termonitor dengan baik dari segi emosional dan mental.

"Itu juga agar tidak akan terjadi lagi kejadian penembakan di dalam institusi polri," pungkasnya.

Bakal Periksa Ferdy Sambo dan Putri Pakai Lie Detector, Polisi: Menguji Tingkat Kejujuran Tersangka

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar