logo


BBM Naik, Anton Apriyantono: Pemerintah Buat Petani Padi Makin Sengsara

Aturan HET inilah yang dinilai membuat petani padi  semakin sengsara

5 September 2022 18:20 WIB

Mantan Menteri Pertanian, Anton Apriyantono
Mantan Menteri Pertanian, Anton Apriyantono Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM-  Di antara beberapa komoditas Bulog, padi merupakan salah satu komoditas pertanian yang paling terdampak akibat naiknya harga bahan bakar minyak (BBM).

"Kalau komoditi lain masih memungkinkan untuk melakukan penyesuaian harga jual, dan hal itu tidak berlaku untuk komoditas padi," ujar Mantan Menteri Pertanian, Anton Apriyantono saat dihubungi Jitunews.com, Senin (5/9/2022).

Anton mengatakan hal itu dikarenakan ada aturan yang ditetapkan oleh pemerintah terhadap komoditas padi. Diketahui pemerintah telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pada komoditas padi.


Imbau Masyarakat Tak Konsumsi Daging Anjing, Ganjar Pranowo: Sapi Lebih Enak, Ayam Lebih Enak

Aturan HET inilah yang dinilai membuat petani padi  semakin sengsara di saat naiknya harga BBM.

"Ini sebetulnya pemerintah semakin kejam khususnya kepada petani padi," tuturnya.

Kenaikan harga BBM akan berpengaruh langsung pada biaya produksi maupun distribusi sementara petani tidak bisa menaikkan harga padi karena adanya aturan HET tersebut

"Petani padi itu dipatok harga eceran tertinggi (HET) jardi nggak bisa naik. Barang-barang lain pada naik itu saja petani sudah membuat petani menderita, sekarang ditambah lagi bensin naik artinya biaya olah tanah dan kontraktor juga naik tapi harga padi dipatok HET. Tambah miskinlah petani kita secara umum akibat dampak kenaikan BBM," tuturnya.

Atas dasar itu, Anton meminta pemerintah untuk mencabut aturan HET karena dinilai sangat menyengsarakan petani khususnya petani padi.

"Kalau komuditas mungkin masih bisa katena harga HET-nya tidak dipatok masih bisa untuk melakukan penyesuaian tapi kalau petani padi tidak bisa karena sudah dipatok," kata Anton.

"Aturan ini harus dicabut jangan lagi ada HET karena sangat menyengsarakan petani khususnya petani padi, padahal petani padi itu jumlahnya sangat besar ketimbang petani-petani lain mereka seharusnya mendapatkan perhatian khusus," pungkasnya.

Pertanian Harus Didorong Jadi Kekuatan yang Besar

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar