logo


Kasus Mutilasi di Papua, Yorrys: Bukan Kriminal Biasa, Dampak Turunannya Begitu Besar

Kasus pembunuhan dan mutilasi tersebut bukan sekedar kriminal biasa.

5 September 2022 13:10 WIB

Ketua MPR for Papua, Yorrys Raweyai
Ketua MPR for Papua, Yorrys Raweyai Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM-
Anggota DPD RI Dapil Papua, Yorrys Raweyai menanggapi kasus pembunuhan dan mutilasi terhadap empat warga sipil di Papua.

Dia menegaskan bahwa kasus pembunuhan dan mutilasi tersebut bukan sekedar kriminal biasa.

Menurutnya dengan adanya dugaan  motif ekonomi serta korban sipil Orang Asli Papua (OAP) maka kasus ini memerlukan pengusutan lebih jauh dan mendalam.


Jokowi Sebut Papua Memiliki Kekuatan Sebagai Provinsi Olahraga

Nama besar Institusi TNI disebutnya menjadi taruhan di tengah perubahan paradigma pendekatan yang sedang digalakkan oleh Panglima TNI, Andika Perkasa.

“Sejak awal dilantik sebagai Panglima, Andika Perkasa, berulang kali menyuarakan bahwa kehadiran TNI di Papua bertujuan untuk mengajak masyarakat Papua untuk mencintai NKRI”, ujar Yorrys di Jakarta, Senin (5/9/2022).

“TNI juga mengutamakan tugas sebagai pelindung dan penyelamat warga dari ancaman. Namun paradigma itu menjadi runtuh oleh ulah oknum”, imbuhnya.

Ketua MPR for Papua ini menuturkan pembunuhan sadis ini bukanlah kriminal biasa. Dampak turunan yang ditimbulkannya begitu besar, bahkan dapat meruntuhkan gugusan kepercayaan yang sedang dibangun oleh TNI, termasuk Pemerintah.

“Peristiwa pembunuhan warga sipil di Timika bukan sekedar kriminal biasa. Mereka yang menjadi korban adalah orang-orang asli Papua. Sementara dugaan pelaku adalah oknum-oknum TNI, beberapa di antaranya adalah perwira. Motifnya pun ditengarai soal ekonomi. Dampaknya tidak kecil, sangat besar, melbatkan institusi dan warga asli yang nantinya akan cenderung sensitif”, ujar Yorrys.

“Terlepas dari motif kejadian yang sedang didalami oleh pihak yang berwenang, pengusutan peristiwa sadis ini perlu dibuka ke publik. Jangan sampai kejadian ini justru menambah deretan dugaan unlawfull killing atas nama institusi TNI," tukasnya.

Soal Kasus Mutilasi di Papua, Politikus PDIP: Lebih Hebat dari Peristiwa Sambo

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar