logo


Soal Wacana Kenaikan Harga BBM, KSP: Masyarakat Tuh Tenang Saja Dulu

Pemerintah sedang melakukan perhitungan yang matang terkait wacana kenaikan harga BBM

3 September 2022 09:15 WIB

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Abraham Wirotomo
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Abraham Wirotomo ksp.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kantor Staf Presiden (KSP) minta masyarakat untuk tenang dengan wacana kenaikan harga BBM. Pemerintah sedang melakukan perhitungan yang matang terkait wacana kenaikan harga BBM.

"Nah jadi pesan kalau dari kami, masyarakat tuh tenang saja dulu, tenang dulu, tidak perlu ikut gonjang ganjing yang ada, pemerintah sedang melakukan perhitungan yang matang dan pasti keputusan yang diambil itu apa yang terbaik untuk masyarakat, karena yang menjadi pertimbangan bukan hanya satu aspek terkait dampak kenaikan BBM, namun bagaimana dampak apabila tidak ada penyesuaian BBM itu juga dikalkulasi, tenang saja, tunggu, pasti, apabila keputusan itu sudah ada akan diumumkan," ujar kata Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Abraham Wirotomo di acara diskusi Total Politik di Jakarta Selatan, Jumat (2/9).

Abraham mengatakan bahwa pemerintah memerlukan waktu untuk memperhitungkan wacana tersebut secara masak.


Pasar Minyak Global Diprediksi Bakal Kacau Gara-gara Keputusan G7

"Kenapa pemerintah itu perlu waktu, perlu perhitungan yang masak, yang matang karena selama dua tahun lebih ini masyarakat kita itu sudah terdampak yang namanya COVID," katanya.

Abraham mengatakan bahwa pemerintah mencoba mengkalkulasi dan ada beberapa skenario, seperti menyesuaikan harga BBM, pembatasan kuota, lalu BLT subsidi upah.

"Terutama yang paling terdampak itu kan yang kelompok ekonomi rentan, nah hitung-hitungan dari pemerintah, mau mencoba mengkalkulasi, ada beberapa skema atau skenario. Jadi salah satu skema dan skenario itu memang penyesuaian harga BBM, lalu berikutnya ada pembatasan kuota dan selanjutnya memang peningkatan daya beli masyarakat terutama kelompok rentan melalui BLT subsidi upah, lalu juga subsidi transportasi yang sudah diberikan ke pemerintah melalui transfer daerah jadi sekitar Rp 2,1 triliun," katanya.

Abraham mengatakan bahwa keputusan tentang kenaikan harga BBM perlu dihitung secara masak dan hati-hati.

"Makanya kenapa perlu hitung-hitungannya masak, kenapa perlu hati-hati, karena faktor-faktor yang menentukan itu bukan hanya apa yang ada di dalam negeri, namun bagaimana situasi di luar negeri itu juga, selain harga energi juga ada kita juga global sedang menghadapi krisis pangan. Nah kenapa BLT itu sudah diberikan karena masyarakat kelompok rentan itu sudah mengalami kenaikan harga pangan, inflasi-inflasi," ungkapnya.

Pro Wong Cilik Soal Rencana Kenaikan BBM, PDIP: Tapi Kesulitan-kesulitan Dihadapi Pemerintah

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata