•  

logo


Pasar Minyak Global Diprediksi Bakal Kacau Gara-gara Keputusan G7

Keputusan G7 untuk memberlakukan pembatasan harga minyak Rusia akan membuat pasar minyak global menjadi kacau

2 September 2022 22:07 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mantan Komisaris Texas Railroad Commission, Ryan Sitton, pada Jumat (2/9) mengatakan bahwa keputusan negara-negara anggota G7 untuk memberlakukan batas harga minyak Rusia dapat mengganggu stabilitas pasar global.

"Apa yang akhirnya Anda lakukan adalah memperbaiki harga di seluruh pasar, itulah yang terjadi," kata mantan komisaris otoritas minyak negara bagian Texas tersebut dalam sebuah wawancara dengan Sputniknews.

"Masalahnya adalah itu akan mengacaukan [pasar global] lagi," jelasnya.


G7 Siap Berlakukan Pembatasan Harga Minyak Rusia

Sitton mengatakan bahwa pembatasan harga minyak Rusia dapat menurunkan harga satu barel minyak mentah hingga di bawah $80 untuk waktu yang singkat, tetapi di tahun-tahun mendatang, harga mungkin akan meningkat menjadi $130 per barel karena dunia tidak akan memproduksi cukup minyak.

Selain itu, Sitton menjelaskan bahwa produsen minyak mungkin akan terhalang untuk berinvestasi dalam produksi minyak lebih banyak karena negara akan lebih bersedia untuk membeli minyak diskon dari Rusia.

Sebelumnya, Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak sebelumnya mengecam pembatasan harga minyak Rusia sebagai tidak masuk akal, memperingatkan bahwa Moskow tidak akan mengirimkan minyak dan produk minyak ke negara-negara yang mendukung keputusan tersebut.

Terlepas dari berbagai peringatan tersebut, para menteri keuangan dari negara-negara G7 yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Italia, Jerman, Jepang, dan Perancis pada hari Jumat (2/9), setuju untuk memperkenalkan batas harga untuk minyak Rusia.

Soal Pembatasan Harga Minyak Rusia, Jubir Vladimir Putin: Pembayar Pajak Eropa Semakin Miskin

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia