•  

logo


G7 Siap Berlakukan Pembatasan Harga Minyak Rusia

G7 berencana memberlaukan pembatasan harga minyak untuk mengurangi pendapatan Rusia

2 September 2022 21:16 WIB

Para pemimpin negara anggota G7
Para pemimpin negara anggota G7 istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Negara-negara G7 dikabarkan siap memberlakukan pembatasan harga terhadap minyak Rusia, dengan tujuan membatasi pendapatan Kremlin untuk melemahkan sumber dayanya untuk mendanai perang di Ukraina.

"Para menteri keuangan dari AS, Inggris, Perancis, Jerman, Italia, Kanada, dan Jepang, akan secara resmi memberikan dukungan politik mereka untuk langkah tersebut pada pertemuan virtual pada Jumat sore, menurut lima pejabat anonim yang diberi pengarahan tentang pembicaraan tersebut, dikutip Financial Times.

"Namun tingkat batas harga masih dalam pembahasan," tambahnya.


Ratusan Pilot Lufthansa Gelar Aksi Mogok, 800 Penerbangan Ditunda

Dua dari lima pejabat menjelaskan bahwa mekanisme pembatasan akan diterapkan pada saat yang sama dengan embargo Uni Eropa atas impor minyak Rusia. Langkah itu akan berlaku pada 5 Desember untuk minyak mentah dan 5 Februari untuk produk olahan.

Meskipun didukung oleh komisi Eropa, sistem tersebut masih membutuhkan dukungan dari negara-negara anggota Uni Eropa karena akan memerlukan modifikasi kebijakan sanksi yang sebelumnya sudah diberlakukan oleh Uni Eropa.

Para pejabat juga mengatakan bahwa dukungan dari negara-negara ketiga yang membeli minyak Rusia dalam jumlah besar, seperti India, akan menjadi penting agar pembatasan tersebut menjadi efektif.

“Pembatasan harga memastikan bahwa setiap negara bisa mendapatkan harga serendah mungkin, dan itu bagus untuk dunia,” kata James O'Brien, koordinator sanksi di departemen luar negeri AS.

Harga energi melonjak menyusul keputusan Rusia untuk meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari. Itu diikuti oleh sanksi ekonomi barat terhadap Moskow dan langkah negara-negara untuk memboikot minyak Rusia.

Kenaikan harga minyak juga telah meningkatkan pendapatan Rusia dari sisi ekspor.

Selama tiga bulan terakhir harga minyak kembali stabil, sebagian karena ekspor Rusia telah bertahan lebih baik dari yang diharapkan di samping kekhawatiran bahwa melonjaknya harga gas alam dapat memicu resesi di Eropa.

Indeks harga Minyak Mentah Brent juga telah turun dari sekitar $120 barel pada awal Juni menjadi sekitar $94 per barel pada awal September ini, mendekati level yang dicapai sebelum serangan militer Rusia ke Ukraina. Sementara itu, harga minyak kembali naik sekitar 2 persen pada hari Jumat (2/9).

Inggris Bakal Alami Resesi Akhir Tahun Ini

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia