•  

logo


Tolak Wacana Presiden 3 Periode, Gus Nadir ke Jokowi: Jangan Ditolerir atas Nama Demokrasi

Masa jabatan presiden 3 periode melanggar konstitusi.

1 September 2022 22:36 WIB

Rais Syuriah pengurus cabang istimewa (PCI) NU Australia dan Selandia Baru Nadirsyah Hosen
Rais Syuriah pengurus cabang istimewa (PCI) NU Australia dan Selandia Baru Nadirsyah Hosen Twitter @na_dirs

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Akademisi Nadirsyah Hosen alias Gus Nadir turut menyatakan penolakannya terhadap wacana presiden tiga periode. Menurutnya, hal itu jelas melanggar konstitusi.

“Pak Jokowi, 3 periode itu bukan sekadar wacana, tapi sudah jadi gerakan. Ini melanggar konstitusi dan menganggu tahapan pemilu yang sudah disepakati,” tulisnya via akun Twitter @na_dirs, dikutip Kamis (1/9).

Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) itu meminta Jokowi bersikap tegas terhadap pendukungnya, khususnya pengawal wacana tiga periode. Dia menilai usulan itu tidak bisa dimaklumi, apalagi mengatasnamakan demokrasi.


Sandiaga Siap Nyapres, Politikus Gerindra: Ada Aturan dan Etika yang Bersih

“Jangan ditolerir atas nama demokrasi. Minta pendukung bapak untuk stop menampar muka bapak lewat usulan 3 periode tersebut. Stop!” tegas Gus Nadir.

Diketahui, Presiden Joko Widodo tak melarang adanya wacana masa jabatan presiden tiga periode. Sebab, menurut dia, hal itu merupakan bagian dari kehidupan demokrasi.

"Karena negara ini adalah negara demokrasi, jangan sampai ada yang baru ngomong 3 periode (lalu) kita sudah ramai. Itu kan tataran wacana. Boleh saja orang menyampaikan pendapat, orang kalau ada yang ngomong 'ganti presiden' kan juga boleh, ya enggak? 'Jokowi mundur' kan juga boleh," kata Jokowi di acara Musra Indonesia di Bandung, Minggu (28/8).

Anies Diberhentikan 13 September, PKS Minta Tito Tunjuk Plt DKI Profesional dan Netral

Halaman: 
Penulis : Iskandar