•  

logo


Lonjakan Subsidi BBM Disebut PDIP Bukan Salah Pemerintah, Said Didu: Salah Rakyat?

Lonjakan subsidi terjadi karena melemahnya rupiah.

1 September 2022 16:54 WIB

Said Didu
Said Didu twitter.com/msaid_didu

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Mantan Sekretaris BUMN Muhammad Said Didu bereaksi terhadap pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang menyebut subsidi bahan bakar minyak (BBM) melonjak bukan karena kesalahan pemerintah.

Said Didu menilai lonjakan subsidi terjadi akibat rupiah melemah yang berimbas pada naiknya harga BBM.

Menurut dia, kebijakan utang sejauh ini turut berdampak pada kemampuan negara dalam menyubsidi BBM untuk rakyat.


Soal Kasus Mutilasi di Papua, Politikus PDIP: Lebih Hebat dari Peristiwa Sambo

“Biar jelas: 1) lonjakan subsidi terjadi karena naiknya harga BBM yang disebabkan oleh melemahnya rupiah. 2) APBN tidak kuat bayar subsidi karena terbebani bayar utang sekitar Rp800 trilyun,” tulisnya via akun Twitter @msaid_didu, Kamis (1/9).

“Kedua penyebab itu salah siapa? Salah rakyat?” lanjut Said.

Diketahui, sinyal kenaikan harga BBM menguat sejak pemerintah mengeluhkan beban subsidi yang mencapai Rp501 triliun. Bahkan, tersiar kabar yang menyebut kenaikan harga BBM bakal disampaikan Presiden Jokowi pada Rabu (31/8).

Sekjen PDIP menilai lonjakan subsidi itu bisa terjadi karena faktor eksternal, bukan salah pemerintah.

"PDI Perjuangan memahami beban yang ditanggung oleh pemerintah dengan subsidi yang sangat besar tersebut bukan akibat kesalahan pemerintah. Namun akibat persoalan-persoalan global yang uncontrol. Siapa yang menyangka terjadi perang Rusia-Ukraina?" kata Hasto kepada wartawan.

Soal Peluang PDIP Gabung Koalisi dengan Gerindra, PKB: Agak Rumit Konfigurasinya

Halaman: 
Penulis : Iskandar