logo


Tak Ingin Diatur Rusia, Austria Minta Uni Eropa Berlakukan Batas Harga Listrik dan Gas

Kanselir Austria mengatakan bahwa memberlakukan batasan pada harga listrik dan memisahkan biaya listrik dari harga gas dapat mencegah Rusia mengatur harga listrik Eropa

29 Agustus 2022 20:40 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi home.onehowto.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kanselir Austria Karl Nehammer pada hari Minggu (28/8) meminta Uni Eropa untuk memberlakukan batasan pada harga listrik dan memisahkan biaya listrik dari harga gas. Menurutnya, hal itu perlu dilakukan untuk mencegah Presiden Rusia Vladimir Putin “menentukan harga listrik Eropa.”

“Kita akhirnya harus menghentikan kegilaan yang terjadi di pasar energi. Dan itu hanya bisa terjadi melalui solusi Eropa,” kata Nehammer dalam pernyataan tertulis, dikutip RT.com.

“Sesuatu harus terjadi pada akhirnya. Pasar ini tidak akan mengatur dirinya sendiri dalam bentuknya yang sekarang. Saya menyerukan semua 27 Uni Eropa untuk berdiri bersama untuk menghentikan ledakan harga ini segera,” imbuhnya.


Beberapa Negara Uni Eropa Sebenarnya Tak Ingin Jatuhkan Sanksi terhadap Sektor Migas Rusia

Seperti diketahui, sedikitnya 40 persen dari kebutuhan gas Uni Eropa dipasok dari Rusia dan upaya negara-negara menimbun komoditas energi ini untuk musim dingin dan potensi penghentian pasokan secara sepihak dari Rusia, telah memaksa perusahaan energi untuk cenderung menyimpan cadangan gas sehingga harga kian meroket.

Situasi ini diperparah dengan sikap beberapa negara Uni Eropa yang menolak untuk membeli gas Rusia dengan menggunakan mata uang rubel, seperti yang diminta Moskow, serta adanya kendala teknis pada jalur pipa gas Rusia-Jerman, Nord Stream 1.

Harga listrik di seluruh Eropa sangat terkait dengan harga gas, yang sekarang harganya sekitar sepuluh kali lipat dari harga tahun lalu. Namun, ada beberapa negara Uni Eropa yang juga menggunakan bahan bakar alternatif untuk menghasilkan listrik selain dari pasokan gas Rusia.

Menurut data Badan Energi Internasional pada tahun 2020, Austria menghasilkan lebih dari tiga perempat listriknya dari energi terbarukan.

Nehammer berpendapat bahwa memisahkan harga listrik dan gas akan menghasilkan tagihan yang lebih adil bagi konsumen yang lebih akurat mencerminkan biaya produksi listrik.

“Kita tidak bisa membiarkan Putin menentukan harga listrik Eropa setiap hari,” tambahnya, merujuk pada kontrol Rusia atas sebagian besar pasokan gas Eropa.

Sanksi Anti-Rusia Gagal Total, Uni Eropa: Tantangan Besar dalam Jangka Pendek

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia