logo


Respons Sinyal BBM Naik, Arief Poyuono: Subsidi Lebih Baik Dialihkan ke Proyek IKN

Arief menilai anggaran subsidi untuk BBM sebenarnya memiliki banyak manfaat.

19 Agustus 2022 04:00 WIB

Arief Poyuono
Arief Poyuono Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Politikus Partai Gerindra Arief Poyuono merespons sinyalir harga bahan bakar minyak (BBM) jenis RON 90 atau Pertalite bakal naik dalam waktu dekat. Ia tampak menantikan kenaikan BBM itu terjadi.

Menurut Arief, subsidi untuk BBM memang sebaiknya dilepas. Dia menilai anggaran untuk subsidi BBM akan lebih bermanfaat bila dialihkan ke proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara maupun Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

“Nah ini yang kita tunggu bersama, harga BBM naik. Subsidi lebih baik dialihkan ke Proyek IKN & Kereta Cepat. manfaatnya banyak lohhh,” kata Arief dalam keterangan tertulis, Jumat (19/8).


Prabowo Sebut Ada Pihak yang Kecewa Dirinya Gabung Jokowi, Said Didu Tanggapi Begini

Diketahui, sinyal kenaikan harga BBM telah disampaikan oleh Menteri Investasi atau Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia. Adapun rencana kenaikan harga ini dilakukan di tengah penolakan Badan Anggaran DPR atas penambahan subsidi melalui tambahan kuota BBM Pertalite dan Solar Subsidi.

"Saya menyampaikan sampai kapan APBN kita akan kuat menghadapi subsidi yang lebih tinggi, jadi tolong teman-teman sampaikan juga kepada rakyat bahwa rasa-rasanya sih untuk menahan terus dengan harga BBM seperti sekarang feeling saya harus kita siap-siap kalau katakanlah kenaikan BBM itu terjadi," kata Bahlil di Gedung Kementerian Investasi, Jumat (12/8).

Hingga Juli 2022, konsumsi Pertalite sebagai Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) sudah mencapai 16,8 juta kilo liter (KL). Alhasil, kuota sampai akhir tahun hanya tersisa 6,2 juta KL dari kuota yang ditetapkan, yakni sebesar 23 juta KL.

Sementara konsumsi Solar Subsidi sebagai Jenis BBM Tertentu (JBT) sudah mencapai 9,9 juta KL dari kuota 14,91 juta di tahun 2022 ini atau tersisa 5,01 juta KL.

Jika kuota ditambah, maka pemerintah akan menambah dana subsidi untuk kedua BBM itu. Padahal tahun 2022, pemerintah akan menggelontorkan subsidi senilai Rp502,4 triliun.

Bangun IKN, Pemerintah Kucurkan Rp23 T pada 2023

Halaman: 
Penulis : Iskandar