logo


PM Bangladesh Desak PBB Pulangkan Pengungsi Rohingya ke Myanmar

PM Bangladesh meminta kepada Kepala HAM PBB untuk segera memulangkan ribuan pengungsi Rohingya ke Myanmar

18 Agustus 2022 19:54 WIB

Pengungsi Rohingya
Pengungsi Rohingya UNHCR

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina telah mengatakan kepada Kepala HAM PBB bahwa ratusan ribu pengungsi Rohingya yang tinggal di Bangladesh harus segera dipulangkan ke Myanmar, tempat asal mereka.

“Rohingya adalah warga negara Myanmar dan mereka harus dibawa kembali,” kata Hasina seperti dikutip sekretaris persnya, Ihsanul Karim, Rabu (17/8), dilansir Al Jazeera.

Komunitas Rohingya yang sebagian besar merupakan umat Muslim telah menghadapi diskriminasi di Myanmar, yang mayoritas penduduknya beragama Buddha. Selain itu, etnis Rohingya juga tidak dianggap sebagai warga negara Myanmar.


Rusia Gelar Latihan Militer Gabungan, China Nggak Mau Ketinggalan

Lebih dari 700.000 Rohingya telah meninggalkan Myanmar sejak Agustus 2017, melintasi perbatasan ke Bangladesh ketika militer Myanmar melancarkan “operasi pembersihan” terhadap etnis minoritas tersebut. Situasi keamanan di Myanmar kini telah memburuk setelah tahun 2021 kemarin militer mengambil alih pemerintahan melalui kudeta.

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Michelle Bachelet tiba di ibu kota Bangladesh Dhaka pada hari Minggu awal pekan ini untuk mengunjungi kamp-kamp Rohingya di distrik Cox's Bazar dekat perbatasan dengan Myanmar.

“Sayangnya situasi saat ini di seberang perbatasan membuat kondisinya tidak tepat untuk pemulangan,” kata Bachelet kepada wartawan di ibu kota Bangladesh, Dhaka.

“Pemulangan harus selalu dilakukan secara sukarela dan bermartabat, hanya jika kondisi aman dan berkelanjutan ada di Myanmar,” imbuhnya.

Setelah hampir lima tahun menghadapi krisis pengungsi, Bangladesh menjadi semakin tidak sabar dengan kehadiran populasi pengungsi yang besar, dan Bachelet mengatakan bahwa dirinya khawatir tentang “meningkatnya retorika anti-Rohingya”.

Dia menambahkan bahwa banyak pengungsi yang takut akan keselamatan mereka karena aktivitas kelompok bersenjata dan geng kriminal di Bangladesh.

Rusia Ancam Tutup PLTN Terbesar di Eropa jika Ukraina Tak Hentikan Serangan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia