logo


Dubes China untuk Inggris: Kemerdekaan Taiwan Berarti Perang

Dubes China untuk Inggris mendesak London untuk tidak mengikuti jejak AS yang meningkatkan hubungan dengan Taiwan

18 Agustus 2022 15:57 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi Al Arabiya

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Duta Besar China untuk Inggris, Zheng Zeguang telah memperingatkan bahwa campur tangan Inggris dan Amerika dalam isu Taiwan dapat mengakibatkan perang. Ia menyatakan bahwa Taiwan telah menjadi “masalah batu ujian” bagi China, AS dan Inggris.

"Selama bertahun-tahun, AS telah memainkan 'kartu Taiwan' untuk menahan China dengan menyetujui penjualan senjata ke pulau itu, meningkatkan hubungannya dengan pihak berwenang di sana dan melubangi prinsip satu-China," tulisnya dalam sebuah artikel opini yang dimuat The Guardian.

Kebijakan Satu China selama ini efektif menghalangi negara asing untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Taiwan, yang sudah membentuk pemerintahan sendiri sejak tahun 1949.


Lebih dari Satu Dekade Terputus, Turki-Israel Sepakat Normalisasi Hubungan Diplomatik

"'Kemerdekaan Taiwan' berarti perang dan akan mengarah ke jalan buntu. Menentang dan mengalahkan upaya semacam itu dimaksudkan untuk menghindari perang dan menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan," tambahnya.

Zheng juga mendesak Inggris untuk tidak mengikuti “jejak AS,” mengutip kunjungan baru-baru ini oleh anggota parlemen senior Amerika ke Taiwan, dan mencatat bahwa pulau itu “selalu menjadi masalah sensitif di pusat hubungan antara Inggris dan China.”

Komentar duta besar datang di tengah putaran baru latihan militer China di udara dan perairan di sekitar Taiwan, yang mencerminkan latihan lain yang diadakan segera setelah ketua DPR AS Nancy Pelosi mengadakan kunjungan resmi ke Taiwan .

Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss baru-baru ini mengecam latihan militer yang dilakukan oleh China tersebut, dengan mengatakan bahwa latihan itu “mengancam perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia Timur.

Putin Sebut Kunjungan Ketua DPR AS ke Taiwan sebagai Tindak Provokasi, Begini Respon China

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia