logo


Soal Ucapan Suharso Sebut Amplop untuk Kiai, PPP: Kami Mohon Maaf

Suharso Monoarfa tidak bermaksud untuk merendahkan atau menghina kyai,

18 Agustus 2022 12:46 WIB

Sekretaris Jendral Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani,
Sekretaris Jendral Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani, Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Waketum PPP yang juga Wakil Ketua MPR RI dari PPP, Arsul Sani menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa dalam pidatonya di KPK RI yang dinilai merendahkan martabat atau menghina para kyai.

"Kami memohon maaf yang setulus-tulusnya kepada para Kyai dan berjanji bahwa jajaran PPP lebih berhati-hati atau ikhtiyat dalam berucap dan bertindak kedepan agar tidak terulang lagi," ujar Arsul.

Lebih lanjut, Arsul Sani mengakui bahwa meskipun dalam pidatonya ketika acara pendidikan politik cerdas bebas korupsi di KPK,  Suharso Monoarfa tidak bermaksud untuk merendahkan atau menghina kyai, namun apa yang disampaikan oleh Ketum PPP tentang hadiah atau pemberian kepada Kyai itu membuka ruang untuk ditafsirkan sebagai merendahkan para Kyai.


Apresiasi Pembubaran Satgassus Pimpinan Ferdy Sambo, PPP: Seperti Bareskrim Kedua

"Ini menjadi pembelajaran bagi kami semuanya untuk lebih berhati-hati dalam berkomunikasi di ruang publik. Tidak boleh lagi terpeleset atau slip of tounge menyampaikan  sesuatu yg berpotensi menimbulkan kontroversi, resistensi atau kesalahpahaman di ruang publik," tuturnya.

Selanjutanya, PPP selain meminta maaf, juga mohon doa dan nasehat para alim ulama dan kyai agar lebih istiqomah dalam memperjuangkan ajaran Islam dan melakukan amar ma'ruf nahi munkar di bidang politik sesuai dengan tugas partai politik.

"Kedepan memperjuangkan kebijakan dan legislasi yg tidak melanggar atau merugikan ajaran Islam akan makin berat, karena itu partai Islam spt PPP perlu tetap eksis" tukasnya..


Diketahui Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa, dianggap telah menghina dan melecehkan Kiai-kiai terkait dengan cerita tentang kebiasaan pemberian amplop dalam kunjungan ke pesantren-pesantren

Aktivis dan Cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU) Dr. Sholeh Basyari M. Phil menyebutkan cerita Suharso itu sudah menghina para Kiai-kiai dan bisa membuat anggapan pemberian amplop tersebut sebagai cikal budaya korupsi.

"Saya sangat mengecam cerita Suharso tersebut. Apa maksudnya itu? Di depan para Komisioner KPK dan pada acara pembekalan antikorupsi. Sama saja dia menyebutkan itu adalah prilaku korupsi oleh Kiai-kiai. Mana adabnya kepada Kiai? Ketum partai islam, tidak hormat pada Kiai," kata Sholeh dalam keterangan tertulis, Rabu (17/8/2022).

Kasat Narkoba Polres Karawang Terlibat Kasus Narkoba, PPP: Pidananya Ditambah Sepertiga

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar