logo


ICW Kritik Pidato Presiden, KSP: Bisa Jadi Memahami Pidato Setengah-setengah

ICW mengkritik pidato Presiden Joko Widodo soal pemberantasan korupsi

18 Agustus 2022 11:15 WIB

Ade Irfan Pulungan
Ade Irfan Pulungan kompas

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Indonesia Corruption Watch (ICW) mengkritik pidato Presiden Joko Widodo soal pemberantasan korupsi. Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ade Irfan menilai ICW memahami pidato tersebut hanya setengah.

"Ya ICW bisa jadi memahami pidato itu setengah-setengah, karena yang disampaikan Pak Jokowi itu kolaborasi Polri, Kejaksaan dan KPK yang terus bergerak memberantas korupsi. Artinya ketiga institusi itu masih terus melakukan penanganan masalah korupsi," kata Ada Irfan kepada wartawan, Rabu (17/8).

Ade menyebut jika ICW memakai perspektif personal maka akan menilai pidato presiden tidak sejalan.


Jokowi Singgung Megakorupsi yang Dibongkar, MAKI: KPK Terpuruk di Masa Pemerintahan Sekarang

"Ya kalau dia pakai perspektif personal ya tentu kan dia akan mengatakan pidato presiden itu tidak sejalan dengan pemberantasan korupsi. Tapi kan tiga institusi itu kan mempunyai juga tanggung jawab dan kewenangan untuk melakukan penindakan terhadap masalah korupsi," ujarnya.

Ade menyebut tiga kasus besar memang terbukti berhasil dibongkar. Menurutnya, hal itu harusnya diapresiasi.

"Nah terbukti kan memang saat ini tiga kasus besar Jiwasraya, Asabri dan Garuda itu telah berhasil dibongkar. Kita kan seharusnya harus memberikan apresiasi terhadap penanganan masalah itu. Jadi apanya yang dilemahkan terhadap institusi KPK?" katanya.

Jokowi Singgung Megakorupsi yang Dibongkar, ICW: Menutupi Kebobrokan Pemerintah

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata