logo


Sikap AS dalam Konflik Ukraina Bisa Tingkatkan Resiko Terjadinya Perang Nuklir dengan Rusia

Kedubes Rusia untuk AS mengatakan bahwa AS terus bertindak tanpa memperhatikan keamanan dan kepentingan negara lain, yang berkontribusi pada peningkatan risiko perang nuklir

17 Agustus 2022 14:38 WIB

Ilustrasi ledakan bom atom atau nuklir
Ilustrasi ledakan bom atom atau nuklir istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kantor Kedutaan Besar Rusia di Amerika Serikat telah memperingatkan bahwa perilaku Washington di kancah politik internasioal beresiko memicu konflik langsung antara kekuatan nuklir.

"Hari ini, Amerika Serikat terus bertindak tanpa memperhatikan keamanan dan kepentingan negara lain, yang berkontribusi pada peningkatan risiko (perang) nuklir," kata kedubes Rusia dalam sebuah pernyataan, dikutip RT.com.

“Langkah-langkah [AS] untuk lebih terlibat dalam konfrontasi hibrida dengan Rusia dalam konteks krisis Ukraina penuh dengan (resiko) eskalasi yang tidak terduga dan bentrokan militer langsung dengan kekuatan nuklir,” tambahnya.


Rusia Sebut Perjanjian AUKUS Bakal Picu Perang Nuklir di Asia Pasifik

Kedutaan mencatat bahwa Washington baru-baru ini menarik diri dari dua perjanjian pengendalian senjata utama, Perjanjian Pasukan Nuklir Jarak Menengah 1987, yang melarang kelas-kelas tertentu dari rudal darat, dan Perjanjian 1992 tentang Open Skies, yang memungkinkan penerbangan pengawasan di atas wilayah masing-masing.

Kedutaan mendesak AS untuk “melihat lebih dekat pada kebijakan nuklirnya sendiri daripada membuat tuduhan tidak berdasar terhadap negara-negara yang pandangan dunianya tidak sesuai dengan pandangan Amerika.”

Pernyataan itu muncul setelah AS menuduh Moskow menggunakan pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporozhye di Ukraina selatan untuk melindungi tentaranya dari serangan pasukan Ukraina.

Fasilitas PLTN terbesar di Eropa tersebut berhasil diduduki oleh pasukan Rusia selama tahap awal operasi militer Moskow di Ukraina, yang diluncurkan pada akhir Februari.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menyebut tindakan Rusia di fasilitas itu sebagai “puncak dari tindakan yang tidak bertanggung jawab.” Sedangkan Rusia dan Ukraina, juga telah saling melemparkan tuduhan pihak mana yang menembaki pabrik tersebut.

Peringati HUT ke-77 RI, Warga Sawahan Jogja Serukan Pentingnya Toleransi dan Persatuan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia