logo


Soal Kasus Brigadir J, Komnas HAM: Semakin Lama Semakin Kuat Dugaan Adanya Pelanggaran HAM

Komnas HAM mengatakan bahwa indikasi menghalangi proses hukum atau obstruction of justice semakin menguat

15 Agustus 2022 20:55 WIB

Choirul Anam Komnas HAM
Choirul Anam Komnas HAM indopolitika

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Komnas HAM telah melakukan pemeriksaan terhadap tempat kejadian perkara (TKP) penembakan Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo dan juga memeriksa Bharada E. Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, mengatakan bahwa indikasi menghalangi proses hukum atau obstruction of justice semakin menguat.

"Apa yang kami dapat, banyak hal yang ini semakin membuat terangnya peristiwa, salah satu yang paling penting dalam yang kami dapatkan adalah semakin menguatnya indikasi adanya obstruction of justice," kata Anam dalam jumpa pers di kantonya, Senin (15/8).

Anam mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pencocokan data yang didapatkannya hingga memeriksa TKP.


Ferdy Sambo Dilaporkan Terkait Dugaan Suap, KPK: Kami Akan Tindak Lanjuti

"Jadi kita lihat beberapa posisi penting, beberapa alat penting termasuk juga perbedaan-perbedaan. Karena kami menggunakan beberapa data yang sudah kita dapatkan beberapa waktu yang lalu, terus kita cek di TKP, termasuk juga kita nanya ke Dokkes, ke Inafis, ke Labfor, karena tiga tim itu menyertai kami dan langsung memberikan penjelasan salah satu temuan yang kuat adalah indikasi atau dugaan terjadinya obstruction of justice itu semakin terang-benderang," jelasnya.

Anam mengatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan dokumen, foto, hingga bukti percakapan yang menguatkan adanya indikasi pelanggaran HAM.

"Jadi yang Bharada E juga sama, jadi indikasinya sangat kuat adanya obstruction of justice. Mulai dari, yang kita telusuri ya, mulai dari kisah Magelang, Saguling sampai di TKP, itu semua kita uji dengan, satu dokumen-dokumen yang sudah kami dapat, foto-foto yang juga sudah kami dapat, percakapan-percakapan yang juga kami dapat, salah satu yang kita dapat dari penyandingan dan konfirmasi terhadap dokumen-dokumen sebelumnya itu indikasi adanya obstruction of justice itu semakin lama semakin terang benderang, semakin lama semakin kuat dugaan adanya pelanggaran hak asasi manusia terkait obstruction of justice," katanya.

Masih Dalami Motif Pembunuhan Brigadir J, Komnas HAM: Bergantung pada Keterangan Bu Putri

Halaman: 
Penulis : Admin