logo


Deolipa Tuntut Rp15 T, Kuasa Hukum Baru Bharada E: Tidak Ada Perjanjian

Mantan kuasa hukum Bharada E, Deolipa Yumara, meminta bayaran Rp15 triliun untuk jasanya.

14 Agustus 2022 16:29 WIB

Deolipa Yumara
Deolipa Yumara Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mantan kuasa hukum Bharada E, Deolipa Yumara, meminta bayaran Rp15 triliun untuk jasanya. Kuasa hukum baru Bharada E, Ronny Talapessy, mengatakan bahwa tidak ada perjanjian honorarium antara Deolipa dengan negara.

"Mengenai tuntutan kepada negara Rp15 triliun, kan tidak ada perjanjian honorarium antara Deolipa dengan negara. Tidak ada kaitan. Apalagi dengan Bharada E, tidak ada perjanjian honorium," kata Ronny kepada wartawan, Minggu (14/8).

Ronny mengatakan bahwa Deolipa tidak bisa mewakili negara. Ronny menyebut pengacara negara adalah jaksa.


Tuntut Fee Rp15 T, Deolipa: Saya Bagi ke Anggota Polisi Supaya SDM Pori Bagus

"Karena pengacara negara itu adalah jaksa, pengacara negara. Itu diatur di undang-undang. Dia tak bisa mewakili negara. Dia bilang dia ditunjuk Bareskrim, tidak bisa," jelas Ronny.

"Mereka tidak pernah memberikan kuasa kepada anda . Kalau mereka memberikan kuasa itu kepada jaksa bukan kepada anda (Deolipa). Karena anda (Deolipa) bukan jaksa pengacara negara. Anda (Deolipa) bukan pengacara negara. Karena yang sah itu menurut undang-undang adalah jaksa pengacara negara. Itulah yang mewakili negara," sambungnya.

Ronny mengatakan bahwa pencabutan kuasa Deolipa dapat dilakukan secara sepihak oleh Bharada E. Ronny menyebut hal itu sudah diatur dalam Pasal 5 Kode Etik Advokat Indonesia.

"Perlu kami sampaikan bahwa pencabutan surat kuasa itu sudah diatur di Pasal 5 Kode Etik Advokat Indonesia. Bahwa pencabutan kuasa itu bisa dilakukan sepihak, tanpa adanya konfirmasi atau persetujuan kedua belah pihak," jelas Ronny.

Tanggapi Deolipa, Kuasa Hukum Baru Bharada E: Tidak Ada Kode-kodean

Halaman: 
Penulis : Admin